Dua Bulan Lagi, Garuda Indonesia Tentukan Kontrak Liverpool

Giras Pasopati, CNN Indonesia | Kamis, 07/01/2016 18:02 WIB
Dua Bulan Lagi, Garuda Indonesia Tentukan Kontrak Liverpool Garuda menjadi salah satu sponsor tim sepak bola di Liga Inggris, Liverpool. (Dok. Garuda Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Maskapai penerbangan pelat merah, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyatakan masih mengkaji perpanjangan kontrak sponsorship klub sepakbola asal Inggris, Liverpool FC yang habis pada tahun ini.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Arif Wibowo mengatakan pihaknya masih mempertimbangkan rencana perpanjangan kontrak sponsorship tersebut karena berbagai hal. Salah satunya, lanjut dia, adalah terkait efektifitas sponsorship dengan brand awareness dan alokasi dana.

“Kondisi memang berat. Kami harus lihat brand awareness. Saya masih evaluasi, karena lumayan dana yang dikeluarkan untuk sponsorhip itu, sampai US$9 juta setahun,” jelasnya di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (7/1).


Ia mengaku, proses pengkajian (assesment) terkait perpanjangan kontrak sponsorship Liverpool FC ini masih belum rampung. Arif menyatakan pihaknya menargetkan nasib kontrak Liverpool FC bisa rampung pada kuartal I 2016.

Assesment belum selesai. Saya perkirakan 1-2 bulan lagi bisa ada keputusan,” katanya.

Di sisi lain, Arif mengaku persoalan kontrak sponsorship FC Liverpool tidak hanya menyangkut dana, tetapi juga kebanggaan sebagai perusahaan domestik yang mampu mencatatkan namanya di klub sepakbola level dunia.

“Ini memang masalah proud juga sih. Tapi kami tetap melihat antara prioritas brand awareness atau tidak. Yang kami diutamakan tetap sustainable growth dan profitable,” jelasnya.

Arif menambahkan, manuver perseroan tersebut tidak bisa dibandingkan dengan maskapai lain yang juga menjadi sponsor klub bola internasional, seperti Emirates. Pasalnya, kondisi keuangan Garuda Indonesia berbeda jauh dengan sponsor Arsenal FC tersebut.

“Ya kami kan berbeda dengan Emirates. Mereka itu kalkulatornya berbeda. Ekspansi bisa ratusan juta dolar sampai jadi nama stadion segala,” jelasnya.

Dari sisi kinerja terakhir, Garuda Indonesia mencatatkan laba bersih sebesar US$51,4 juta sepanjang periode Januari-September 2015. Tahun lalu, perusahaan pelat merah ini mengalami kerugian mencapai US$220,1 juta di periode yang sama.

Laba bersih perseroan ditopang dari pendapatan usaha (Januari-September) sebesar US$2,845 miliar. Angka itu meningkat tipis dari capaian periode yang sama tahun sebelumnya US$2,831 miliar.

Selain itu, perseroan juga berhasil menurunkan beban usaha menjadi US$2,72 miliar dari US$3,08 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan oleh upaya efisiensi yang dilakukan perseroan sejak awal tahun, salah satunya efisiensi bahan bakar.

Tercatat, beban bahan bakar sepanjang Januari-September sebesar US$806,5 juta atau turun 31,4 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya, US$1,2 miliar, akibat harga avtur yang turun 37,9 persen dibandingkan tahun lalu. (gir)