Untuk diketahui, dalam perdagangan Jumat (22/1), harga minyak WTI untuk pengiriman Maret tercatat meningkat 9,01 persen ke angka US$32,9 per barel. Sementara, harga minyak Brent untuk pengiriman Maret menanjak 10,02 persen ke level US$32,18 per barel.
Kepala Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada mengatakan, pada perdagangan Senin (25/1) memiliki level support 4.415-4.430 dan resisten 4.465-4.487. Menurutnya laju IHSG telah bertahan di atas area target support 4.393-4.409 dan mampu melampaui area target resisten 4.450-4.452.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, tertutupnya utang gap IHSG di area 4.409-4.429 pun diharapkan dapat menjadi momentum bagi berlanjutnya kenaikan. Meski demikian, ia menilai investor sebaiknya tetap mencermati sentimen yang ada pada laju IHSG.
“Sentimen global ini membuat sejumlah laju bursa saham global mengalami rebound dan berimbas terutama pada IHSG. Sehari sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat mampu mengalami pembalikan arah naik seiring mulai naiknya harga minyak mentah dunia,” katanya.
Lebih lanjut, menurutnya sentimen positif juga datang dari benua Eropa dimana Presiden bank sentral Eropa, Mario Draghi, yang mengemukakan masih diperlukannya stimulus untuk pemulihan ekonomi Zona Euro.
“Selain itu, laju rupiah yang ikut terimbas positif dari sentimen gobal tersebut turut direspon baik oleh para pelaku pasar sehingga mampu memberikan dampak positif pada IHSG,” ujarnya.
Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan pola pergerakan IHSG masih berada dalam fase konsolidasi. Menurutnya arus dana keluar (capital outflow) masih terus berlangsung, dan masih menjadi pemberat pergerakan IHSG.
“Namun rebound-nya harga komoditas minyak yang ditunjang penguatan rupiah memberikan sentimen positif tersendiri sehingga dapat menopang IHSG,” katanya.
Demikian juga, lanjut William, dengan ditutupnya bursa saham AS pada akhir pekan kemarin yang mulai menguat di atas 16.000, akan memberikan hembusan positif kepada pergerakan IHSG.
“Saat ini support 4.406 sedang terus diuji, target resistance berada pada level 4.491 wajib digapai untuk mempertahankan pola pergerakan IHSG. IHSG berpotensi melanjutkan penguatan,” katanya. (gir)