Sementara itu, indeks LQ45 naik 7,63 poin atau 1 persen ke 786,94, Jakarta Islamic Index (JII) naik 5,97 poin atau 1 persen ke 596,64, dan indeks IDX30 menguat 4,06 poin atau 1 persen ke angka 411,86.
Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto mengatakan, pada perdagangan awal pekan terakhir di Januari, IHSG bepeluang melanjutkan penguatannya menyusul redahnya resiko pasar global dan kawasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu berhasil tutup di teritori positif, menguat 42,618 poin (0,96 persen) di 4456,744. Ia menilai rendahnya resiko pasar kawasan dan global turut berimbas pada perdagangan akhir pekan lalu.
David menambahkan, sebelumnya pasar juga merespon positif pernyataan Presiden bank sentral Eropa Mario Draghi yang menjanjikan langkah stimulus lanjutan pada pertemuan ECB Maret mendatang.
Namun, di sisi lain jika dilihat sepekan terakhir, menurutnya IHSG masih terkoreksi 1,5 persen menandai koreksi selama tiga pekan berturut-turut di Januari ini. Ia mencatat minat bertransaksi cenderung menurun, tercermin dari rata-rata harian volume transaksi di pasar reguler pekan lalu hanya mencapai 2,45 miliar saham dibandingkan pekan sebelumnya 2,60 miliar saham.
“Tekanan jual terutama dipicu masih derasnya arus dana asing yang keluar dari pasar seiring meningkatnya resiko pasar global dan kawasan. Ini tercermin dari penjualan bersih asing sepekan kemarin mencapai Rp1,41 triliun,” katanya.
Sementara, sejak awal tahun ia mencatat nilai penjualan bersih asing mencapai Rp3,9 triliun. Menurutnya sentimen negatif yang menekan pasar sepekan kemarin terutama dipicu faktor eksternal terkait dengan meningkatnya kekhawatiran pemburukan ekonomi China dan anjloknya harga minyak mentah.
Lebih lanjut, lonjakan harga minyak mentah juga dinilai mengangkat indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing-masing 1,33 persen dan 2 persen tutup di 16.093,51 dan 1.906,90. Selama sepekan indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,66 persen dan 1,42 persen.
(gir)