Menperin: Kasus Ford, Momentum Kebangkitan Industri Komponen

Agust Supriadi, CNN Indonesia | Selasa, 26/01/2016 13:43 WIB
Menperin: Kasus Ford, Momentum Kebangkitan Industri Komponen Pengunjung melihat mobil sedan Ford pada Perhelatan Indonesia International Motor Show 2015 di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian akan menjadikan rencana hengkangnya Ford dari Indonesia sebagai momentum untuk mendorong pengembangan industri komponen kendaraan bermotor di dalam negeri.

Ini mengingat
dengan jumlah industri komponen di Indonesia yang relatif masih terbilang kecil, rata-rata satu merek kendaraan baru tercatat hanya didukung oleh sekitar 600-700 pabrikan komponen.

"Seharusnya satu industri kendaraan bermotor membutuhkan kira-kira sampai dengan 2.500-3.000 industri komponen. Untuk itu, kami dorong supaya industri komponen ini tumbuh supaya dengan sendirinya akan meningkatkan produksi otomotif," ujar Saleh di kantornya, Selasa (26/1).



Saleh menambahkan, saat ini merupakan peluang yang cukup baik bagi prinsipal otomotif yang sudah bertahan lama di Indonesia untuk memperkuat basis industri komponennya.

Oleh karena itu, ia pun telah melakukan pendekatan dengan perusahaan otomotif Jepang dan China untuk memperdalam pasar sekaligus memperkuat industri komponen kendaraan di Indonesia.

"Tapi ketika masuk jangan sampai mematikan industri komponen lokal. Mungkin bisa patungan atau kerjasama," tuturnya. 


Sementara untuk Ford, Saleh berpesar agar prinsipal otomotif asal Amerika Serikat itu mengembangkan pabrik perakitan dan komponen jika suatu saat masuk kembali ke Indonesia. 

"Kepada siapaun kami akan minta, termasuk Ford, kalau bisa bertahan, dengan mengembangkan pabrikannya. Karena tanpa mengembangkan pabrikan, dia akan kalah bersaing," katanya.
(dim/gen)