Pemerintah Akan Tunjuk BUMN Baru Penyalur Komoditas Pangan

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Rabu, 10/02/2016 10:40 WIB
Pemerintah Akan Tunjuk BUMN Baru Penyalur Komoditas Pangan Foto: CNN Indonesia/Safir Makki
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah mewacanakan akan menunjuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor perdagangan yang nantinya akan membantu tugas Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog), di dalam penyaluran beberapa komoditas pangan.

Selain dilakukan dalam rangka meringankan tugas Bulog pada saat menyakurkan beberapa komoditas, pemberian tugas baru kepada BUMN tersebut juga dimaksudkan guna menjaga stabilitas harga pangan akibat kendala-kendala yang disebabkan dari masalah distribusi.

"Supply chain itu memang harus mengubah jalur distribusinya, dan kita tadi sudah mulai bicarakan dengan Menteri BUMN apa yang bisa dilakukan, tapi kita belum tuntas mengenai itu," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution usai rapat koordinasi di kantornya, Selasa (9/2).


Darmin menambahkan, meski urung memastikam BUMN mana yang akan membantu tugas Bulog namun pemerintah optimistis keputusan tersebut dapat meringankan tugas Bulog di dalam penyaluran beberapa komoditas utama ke sejumlah wilayah.

Untuk itu, pemerintah sendiri telah mempercayakan Menteri BUMN Rini Soemarno guna menunjuk perusahaan pelat merah mana yang akan membantu Bulog dalam penyaluran komoditas seperti bawang merah, cabai hingga pada daging ayam dan sayuran yang selama ini menjadi pemicu inflasi tiap bulannya.

"Silakan Menteri BUMN yang tunjuk, tapi belum dituntaskan. Mereka (BUMN) kan punya banyak BUMN Perdagangan dan mereka akan ikut," jelasnya.

Seperti diketahui, panjangnya alur distribusi komoditas pangan di Indonesia merupakan salah satu momok yang harus dihadapi pemerintah. Bahkan, masalah ini selalu menjadi isu utama penyebab tingginya harga bahan pangan di dalam negeri.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, di sepanjang Januari 2016 fluktuasi harga beberapa komoditas pangan tercatat ikut berkontribusi terhadap inflasi sebesar 0,51 persen. Kepala BPS Suryamin mengatakan gejolak harga pangan merupakan salah satu akibat dari panjangnya rantai perdagangan komoditas yang terjadi di Indonesia.

Di mana dalam catatan harga perdagangan komoditas strategis 2015, komoditas cabai merah tercatat menjadi komoditas pangan dengan rantai perdagangan terpanjang. (dim/gir)