Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan kedua pihak tersebut bekerjasama dan mengembangkan beberapa proyek di antaranya 202 kilometer jaringan gas di Sumatra Selatan dan 118 kilometer jaringan gas di Bali dan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG).
“Proyek yang dilakukan oleh BUMN Korsel tersebut akan memiliki nilai yang strategis karena Sumatera Selatan dikenal sebagai provinsi lumbung energi nasional, dengan adanya jaringan gas tersebut maka sumber daya gas yang ada di Sumatera Selatan dapat terdistribusikan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (26/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Franky menilai Korea Selatan merupakan salah satu negara yang menjadi sumber investasi di Indonesia yang dalam lima tahun terakhir sangat aktif dalam melakukan penetrasi usaha ke Indonesia.
Adapun selama 2010-2015, nilai investasi yang masuk dari Korea Selatan mencapai angka US$8 miliar. Dalam periode tersebut, sektor yang masuk didominasi oleh sektor industri logam mencapai 45 persen.
Lebih lanjut Franky menjelaskan bahwa BKPM akan menyediakan end-to-end services untuk investor Korea Selatan yang siap menanamkan modalnya di Indonesia.
“Mulai dari awal mengurusi perizinan hingga konstruksi dan kemudian beroperasi. Jika ada masalah baik itu terkait pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, dapat diinformasikan kepada kami sehingga dapat dicarikan solusinya,” paparnya.
Sebelumnya, Pejabat Promosi Investasi IIPC Seoul Imam Soejoedi mendampingi 7 investor Korea Selatan untuk melakukan matchmaking dengan mayoritas bergerak di sektor energi dengan rencana investasi mencapai US$490 juta.
Investor tersebut terdiri dari dari sektor energi panel surya sebesar 50 MW di Medan dengan nilai investasi US$250 juta, kemudian industri komponen dengan rencana investasi US$10 juta, rencana investasi LNG terminal dan piping distribusi gas sebesar US$200 juta dan biomas dengan kapasitas 10 MW dengan nilai investasi US$30 juta.
“Harapannya minat investasi tersebut dapat segera direaliasikan sehingga berkontribusi positif pada pencapaian target investasi nasional tahun ini sebesar Rp594,8 triliun,” imbuhnya. (gir)