Budayawan Mohamad Sobary mendukung sikap Ahok yang menolak permintaan aktivis antirokok dan mahasiswa yang meminta pameran tersebut dibatalkan.
“Pemerintah juga menegaskan rokok bukan barang ilegal. Apalagi kontribusi ekonomi dari petani tembakau dan pekerja pabrik rokok tak bisa dibilang kecil,” kata Sobary, Jumat (8/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ada begitu banyak kalangan yang tidak mampu melihat sisi positif sektor tembakau. Pemerintah masuk ke dalam blok persaingan industri farmasi," tegasnya.
Ketika menerima perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Ikatan Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia di pendopo Balai Kota kemarin, Ahok menolak untuk memenuhi permintaan para mahasiswa yang ingin agenda WTPM di Jakarta dibatalkan.
Ahok berkata, acara yang bakal berlangsung pada 27-28 April 2016 itu tidak perlu dilarang.
"Anda orang asing semua, jangan menjajah kami dengan pikiran yang konyol. Anda masukkan semua produk farmasi dan rokok sintetis. Pernah teliti enggak tuh, bisa bikin kanker apa enggak? Jadi asing jangan atur-atur Indonesia," kata Ahok.
Ahok menegaskan sebagai gubernur, ia tidak mengakomodasi kepentingan satu kelompok dan harus bersikap adil.
"Kenapa jadi agen asing untuk melarang mesin rokok? Siapa yang menyetop pameran mesin rokok karena ada pesanan asing? Enak saja lu ngatur," ujar Ahok.
Ahok berpendapat, industri rokok eksis karena memiliki banyak konsumen. Alhasil, kebutuhan untuk membeli mesin rokok pun masih ada. Ahok juga menimbang kesejahteraan para petani tembakau dan pekerja pabrik rokok jika industri rokok dimatikan.
"Kenapa enggak sekalian aja bikin resolusi PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) agar dunia tidak boleh merokok. Baru saya larang rokok," kata Ahok. (gen)