Seperti dikutip dari Reuters, indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang menahan kerugian sebelumnya dan naik tipis sekitar 0,1 persen, setelah Wall Street AS berakhir dengan kenaikan moderat pada perdagangan Jumat kendati indeks S&P 500 masih mengalami penurunan mingguan terbesar dalam dua bulan.
Indeks saham Nikkei Jepang N225 anjlok 1,3 persen. Selain mata uang yang kuat, data yang dirilis pada Senin pagi menunjukkan bahwa pesanan mesin inti di Jepang turun 9,2 persen pada Februari dari bulan sebelumnya, menandakan bahwa investasi bisnis tetap tenang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data pada Senin menunjukkan inflasi harga konsumen China kurang dari yang diharapkan pada bulan Maret. Sementara harga grosir turun kurang dari yang diantisipasi, dalam tanda bahwa tekanan deflasi di sektor industri kemungkinan berkurang.
Lebih lanjut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah sebesar 13,35 poin atau 0,28 persen menjadi 4.833,35. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 0,19 persen menjadi 838,84.
Di sisi lain, Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto mengatakan, melanjutkan perdagangan awal pekan ini, pelaku pasar berpeluang mengakumulasi kembali saham sektoral setelah resiko pasar saham global redah akhir pekan lalu.
Menurutnya sejumlah saham unggulan yang terkoreksi pekan lalu berpeluang rebound pada perdagangan awal pekan ini. Ia menyatakan IHSG diperkirakan bergerak di kisaran support 4.820 hingga resisten di 4.900 berpeluang rebound. (gir)