Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman mengatakan pinjaman ini dilakukan mengingat Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan yang melayani penalangan dana pembebasan lahan jalan tol belum kunjung terbentuk. Padahal Jasa Marga sudah membutuhkan dana tersebut.
"Pembentukan BLU ini kan masih lama menunggu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP). Sedangkan tanah ini kami butuh secepatnya, dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) bisa menalangi dulu sembari BLU ini terbentuk. Sehingga kami sudah menjajaki pinjaman hingga Rp3 triliun untuk ini," jelas Adityawarman di Jakarta, Rabu (13/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti talangan itu kan ditanggung pemerintah, cuma kami harus menunggu APBNP," tambahnya.
"Nanti akan kami umumkan siapa nama-nama institusi pembiayaan yang sedang dijajaki. Utang Rp3 triliun ini untuk kebutuhan 2016, tahun depan kami lihat bagaimana," jelasnya.
"Untuk masalah tanah, saya malam ini dipanggil Menteri BUMN untuk rapat khusus terkait hal ini. Setelahnya, kami akan langsung mencari pinjaman lagi agar tidak ada lag waktu yang begitu panjang antara mendapatkan tanah dan mendapatkan uangnya," tuturnya.
Sebagai informasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membutuhkan dana sebesar Rp16 triliun untuk pembebasan lahan jalan tol tahun ini. Sedangkan total anggaran pembebasan lahan hingga tahun 2018 mencapai Rp61 triliun. (gen)