Bulog Berambisi Simpan Cadangan Beras Minimal 1,6 Juta Ton

Dinda Audriene, CNN Indonesia | Selasa, 26/04/2016 04:17 WIB
Bulog Berambisi Simpan Cadangan Beras Minimal 1,6 Juta Ton Langkah ini dinilai dapat menjaga harga beras jelang Ramadhan dan Idul Fitri yang biasanya melonjak karena kekurangan pasokan. (ANTARA FOTO/Siswowidodo).
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama Perusahaan Umum (Perum) Bulog Djarot Kusumayakti meyakini perusahaannya mampu menyerap minimal 1,6 juta ton cadangan beras sampai akhir Juni 2016. Langkah ini dinilai dapat menjaga harga beras jelang Ramadhan dan Idul Fitri yang biasanya melonjak karena kekurangan pasokan.

“Musim panen tahun ini kan baru sebulan yah, masih ada sisa dua bulan lagi sampai panen puncak. Saat ini Bulog baru menyerap 650 ribu ton. Kami targetkan dapat memiliki cadangan minimal 1,6 juta ton sampai sekitar 2,6 juta ton pada pertengahan tahun,” ujar Djarot usai rapat Koordinasi Kebijakan Stabilitas Pangan Nasional di Jakarta, Senin (25/4).

Djarot berharap Bulog dapat menyerap 750 ribu ton sampai akhir bulan ini. Dilanjutkan menyerap dengan jumlah yang sama pada Mei 2016. Terakhir pada Juni 2016, Bulog berharap dapat menyerap 500 ton pada Juni.

Bila terwujud, maka target Bulog menyerap 2,6 juta ton sampai Juni tahun ini dapat terealisasikan.

“Yah semoga sampai akhir April dapat 750 ribu, Mei dapat 750 ribu, Juni sudah mulai turun dapat 500, total sudah 2 jutaan,” jelas Djarot

Sementara, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan jumlah ketersediaan beras saat ini dinilai sudah cukup sampai enam bulan mendatang. Untuk harga beras sendiri pemerintah masih terus mencari strategi agar harganya tidak naik pada saat Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini.

“Strateginya nanti kerjasama dengan Bulog, di saat panen raya ini bagaimana kerja Bulog lebih ditingkatkan. Nah jadi ketika panennya sudah menurun, harus ada operasi pasar untuk mengendalikan harga. Nanti akan ada lagi rapat terkait itu,” ungkap Suryamin.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menambahkan, pemerintah akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan pasokan dan distribusi pangan nasional terjaga sehingga harga tidak melambung tinggi.

“Kami ingin memperbaiki dari dua sisi sekaligus, panen produksinya bagus, juga stock cadangan bagus. Keduanya saling mempengaruhi, kalau kualitas panen bagus, stok bisa disimpan lebih lama," ujar Darmin.


(gen)