Ia menjelaskan dalam proses sensus tersebut pertanyaan yang diajukan oleh petugas hanya bersifat fisik dan tak satupun membahas pajak. Oleh sebab itu JK menilai tak ada alasan bagi masyarakat untuk takut.
"Tadi itu tak ada pertanyaan yang menjurus pada urusan pajak, semua hanya soal fisik," ujar JK saat ditemui di rumah dinasnya, Jumat (27/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi masyarakat tak perlu takut, kalau memang tak mendaftar nanti didaftar saja agar usaha itu lebih terjamin secara hukum," ujarnya.
Selain itu, usaha yang dilakukan di rumah tangga, di kaki lima, pedagang keliling, hingga usaha di media dalam jaringan pun akan didata. "Semua kami sisir untuk mendapat potret jumlah usaha ekonomi di luar pertanian," kata Suryamin.
Sayangnya, Suryamin mengakui masih banyak kendala yang mereka hadapi selama melakukan sensus kali ini, salah satunya adalah karena masih banyak warga yang tertutup saat mau disensus.
Namun begitu, menurut Suryamin, hal tersebut tak menyurutkan semangat dirinya beserta anak buahnya untuk mengumpulkan data tersebut. Apalagi, waktu yang dimiliki mereka hanya tinggal lima hari lagi.
Oleh sebab itu, dengan melihat kesediaan Presiden Joko Widodo dan JK untuk disensus ekonomi, Suryamin berharap masyarakat lain mengikutinya dan membantu kerja dari BPS.
"Jadi kami imbau pada mereka yang belum didata agar menunggu petugas BPS dan kami mohon agar bersedia menjawab pertanyaan yang diajukan," ujarnya. (gen)