Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM Sujatmiko mengatakan angka itu sudah maksimal dengan mempertimbangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, harga minyak acuan mean of platts Singapore (MOPS), dan harga minyak dunia yang diperkirakan berada di angka US$40 hingga US$50 per barel tahun ini.
"Dari solar kan sudah mulai baik supply dan demand-nya. Asumsi kami supaya solar ini tepat sasaran saja," jelas Sujatmiko, Senin (6/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana Ketahanan Energi
Sebagai informasi, data PT Pertamina (Persero) menunjukkan konsumsi solar subsidi pada 2015 tercatat sebesar 13,98 juta kilo liter (kl) atau menurun 12,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 15,96 juta kl.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menjelaskan, dengan dipangkasnya subsidi tetap solar sebesar Rp650 per liter di RAPBNP 2016, maka akan menghemat anggaran negara hingga Rp23,1 triliun. Untuk itu, lanjutnya, alokasi anggaran subsidi BBM dan elpiji diusulkan turun, dari pagu saat ini Rp63,7 triliun menjadi Rp40,6 triliun.
"Kebijakan subsidi tetap solar Rp350 per liter (berlaku efektif) per 1 Juli 2016," tegas Menkeu pekan lalu. (gen)