Konsumsi Turun jadi Alasan Pemerintah Pangkas Subsidi Solar

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Senin, 06/06/2016 18:23 WIB
Dana subsidi solar yang berhasil dihemat akan dialihkan untuk Dana Ketahanan Energi dan Cadangan Minyak Strategis yang diperkirakan sekitar Rp1,6 triliun. Dana subsidi solar yang berhasil dihemat akan dialihkan untuk Dana Ketahanan Energi dan Cadangan Minyak Strategis yang diperkirakan sekitar Rp1,6 triliun. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang semakin berkurang menyebabkan Pemerintah berencana menurunkan subsidinya dari Rp1.000 per liter jadi Rp350 per liter di dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2016.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM Sujatmiko mengatakan angka itu sudah maksimal dengan mempertimbangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, harga minyak acuan mean of platts Singapore (MOPS), dan harga minyak dunia yang diperkirakan berada di angka US$40 hingga US$50 per barel tahun ini.

"Dari solar kan sudah mulai baik supply dan demand-nya. Asumsi kami supaya solar ini tepat sasaran saja," jelas Sujatmiko, Senin (6/6).


Sementara itu, berlakunya penghentian impor solar juga dipertimbangkan, namun bobotnya tidak signifikan seperti lainnya.

Dana Ketahanan Energi

Ia menjelaskan nantinya dana subsidi yang berhasil dihemat akan dialihkan untuk Dana Ketahanan Energi (DKE) dan Cadangan Minyak Strategis yang diperkirakan sekitar Rp1,6 triliun. Jika nantinya dana tersebut bisa terkumpul tahun ini, maka pemerintah akan menggunakannya untuk Program Indonesia Terang (PIT).

"Selain itu akan kami gunakan juga untuk pembelian BBM sebagai bagian dari strategic petroleum reserve. Cuma untuk volumenya, nanti disesuaikan dengan dana yang didapat. Kami dapat info dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) rencananya jumlahnya seperti itu, tapi nanti akan disahkan di Badan Anggaran," ujarnya.

Sebagai informasi, data PT Pertamina (Persero) menunjukkan konsumsi solar subsidi pada 2015 tercatat sebesar 13,98 juta kilo liter (kl) atau menurun 12,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 15,96 juta kl.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menjelaskan, dengan dipangkasnya subsidi tetap solar sebesar Rp650 per liter di RAPBNP 2016, maka akan menghemat anggaran negara hingga Rp23,1 triliun. Untuk itu, lanjutnya, alokasi anggaran subsidi BBM dan elpiji diusulkan turun, dari pagu saat ini Rp63,7 triliun menjadi Rp40,6 triliun.

"Kebijakan subsidi tetap solar Rp350 per liter (berlaku efektif) per 1 Juli 2016," tegas Menkeu pekan lalu. (gen)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK