Tekan Harga Pangan, Pemerintah Akan Potong Rantai Distribusi

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Rabu, 08/06/2016 06:45 WIB
Tekan Harga Pangan, Pemerintah Akan Potong Rantai Distribusi Menteri Pertanian menyatakan, pemotongan rantai distribusi dalam jangka pendek dilakukan jelang Lebaran 2016 yang diikuti rencana untuk jangka panjang. (Dok. Sekretariat Kabinet)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah akan memotong rantai distribusi demi menurunkan harga pangan. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan, pemotongan rantai distribusi dalam jangka pendek dilakukan jelang Lebaran 2016 yang diikuti rencana untuk jangka panjang.

"Untuk jangka pendek, kami bekerja sama dengan produsen. Nantinya, jangka panjang memotong rantai distribusi dari produsen langsung ke petani," ujar Amran di Kantor Presiden, Selasa (7/6).

Menurutnya, hal ini memerlukan waktu karena tingginya harga pangan terutama jelang Lebaran, merupakan permasalahan menahun.


Senada, Menteri Perdagangan Thomas Lembong menuturkan, rantai distribusi yang panjang dan tidak efisien menyebabkan harga jual semakin tinggi. Menurutnya hal ini menjadi momentum fokus insentif untuk memperbaiki perencanaan jangka menengah dan panjang.

Dia mencontohkan, hingga saat ini pemerintah masih perlu mengimpor gula pasir untuk menekan harga jual di pasar domestik. Tingginya harga gula pasir, lanjutnya, dikarenakan fenomena global, sehingga mempengaruhi harga gula di pasar domestik.

"Gula pasir memang bagi saya salah satu bahan pangan yang mengalami gejolak harga paling mengecewakan," ucap dia.

Karenanya, pemerintah melalui PT PPI, mengimpor gula mentah sebanyak 192 ton. Sementara itu, PTPN dan RNI juga mengimpor bila mentah 381 ribu ton untuk diolah menjadi gula konsumsi. Penyalurannya melalui mekanisme operasi pasar dengan harga Rp11.500-Rp12.000 per kilogram.

"Itu di titik yang harganya mengalami kenaikan cukup tinggi. Petani akan kami lindungi dengan HPP (Harga Patokan Petani) Rp9.100," kata dia.

Lebih lanjut, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, harga gula pasir masih tinggi dan sulit ditekan. "Sehingga tidak ada jalan lain kelihatannya, pasokannya harus dinaikkan lagi," kata Darmin. (gir)