Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, financial closing PLTU Batang akan dilaksanakan besok di Istana Negara karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin menyaksikannya secara langsung. Jika financial closing ini selesai, ia berharap konstruksi proyek bisa selesai dalam tiga tahun mendatang.
"Mudah-mudahan dengan selesainya PLTU Batang ini bisa menghasilkan tambahan pasokan listrik di Jawa yang memang membutuhkan cadangan daya pembangkit terhadap beban puncak (reserve margin) sebesar 30 persen bisa terjaga," jelas Sudirman saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Rabu (8/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini 2 ribu MW akan kami close, sementara yang sudah financial close sudah 3 ribuan MW. Hingga akhir tahun, kami harapkan bisa financial close sebesar 6 ribu MW," jelas Sofyan.
Sebanyak 20 persen biaya investasi akan disediakan oleh perusahaan. Sementara itu, sisa pembiayaan PLTU Batang sebesar US$3,2 miliar disediakan oleh Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sebesar US$1,92 miliar (48 persen dari biaya investasi) dan konsorsium bank sebesar US$1,28 miliar (32 persen dari nilai investasi). (gir)