"Samurai (bond) memang targetnya bulan ini," ujar Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro usai rapat kerja dengan Komisis XI DPR, Kamis (9/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pada Selasa lalu, total penawaran yang masuk dari lelang dua varian euro bond mencapai €8,36 miliar atau setara dengan Rp125,78 triliun (kurs Rp15.045). Namun, yang dimenangkan pemerintah hanya sebesar €3 miliar atau lebih dari Rp45 triliun.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Strategi dan Portofolio Utang DJPPR Schneider Siahaan mengungkapkan, target penerbitan obligasi valas pada tahun ini sebesar US$10 miliar atau sekitar 24 persen dari target bruto penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Rp 543,56 triliun.
Untuk mencapai target tersebut, lanjutnya, pemerintah menyiapkan empat varian surat utang, yakni obligasi berdenominasi dolar AS (global bond), surat utang syariah dolar AS (sukuk global), obligasi euro, dan obligasi yen.
Pada awal tahun 2016, pemerintah telah menerbitkan global bond sebesar US$3,5 miliar dan sukuk global US$2,5 miliar.
"Dengan ditariknya euro bond €3 miliar, itu kan sekitar US$3,4 miliar, berarti samurai bond (target penerbitannya) sekitar US$500-600 juta," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.
Dari Hong Kong Reuters mengabarkan, Pemerintah Indonesia mulai memasarkan samurai bond dalam dua varian tenor, yakni tiga dan lima tahun. Penawaran resmi rencananya akan dilakukan pada 15 Juni 2016, yang kali ini tanpa penjaminan dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC).
Adapun yang ditunjuk sebagai penjamin emisi adalah tiga perusahaan Jepang, yakni Mizuho, Mitsubishi UFJ Morgan Stanley and SMBC Nikko.
Pada Agustus tahun lalu, Pemerintah Indonesia menerbitkan samurai bond senilai 100 miliar yen, tertinggi sepanjang sejarah penerbitan Samurai Bonds asal Indonesia. (ags/gen)