Sampai Mei 2016 Penjualan Isuzu Merosot 26 Persen

Yuliyanna Fauzi, CNN Indonesia | Kamis, 16/06/2016 08:03 WIB
Sampai Mei 2016 Penjualan Isuzu Merosot 26 Persen Dalam lima bulan Isuzu hanya mampu menjual 6.750 unit kendaraan. Padahal di tahun sebelumnya, jumlah penjualan masih bisa menembus angka 9.162 unit. (Dok. Isuzu).
Jakarta, CNN Indonesia -- Dampak daya beli masyarakat Indonesia yang masih rendah dirasakan PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) hingga pertengahan 2016. Pasalnya angka penjualan kendaraan Isuzu hingga Mei 2016 merosot hingga 26 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama di 2015.

Dalam lima bulan tersebut, Isuzu hanya mampu menjual 6.750 unit kendaraan. Padahal, di tahun sebelumnya, jumlah penjualan masih bisa menembus angka 9.162 unit.

Djulimin, General Manager Isuzu menyatakan, perekonomian yang sulit hingga transisi segmentasi menjadi faktor penurunan penjualan di tahun ini.


"Pertama, perekonomian sedang sulit, saya rasa semuanya juga terkena imbas. Kedua, hal ini membuat persaingan semakin ketat. Ketiga, kami tengah berpindah segmentasi, dari yang sebelumnya menyediakan (kendaraan) untuk sektor pasiran ke sektor logistik dan infrastruktur," jelas Djulimin, Rabu (15/6).

Djulimin menambahkan, saat ini Isuzu memasok kebutuhan kendaraan beberapa proyek pemerintah, yang membuat perusahaan serius melakukan perpindahan segmentasi ke sektor logistik dan infrastruktur. Hal tersebut dilakukan Isuzu karena pemerintah tengah menggalakkan pembangunan infrastruktur.

Untuk mengatasi penurunan penjualan, Djulimin menyatakan perusahaan akan fokus mengejar penjualan kepada perusahaan logistik. Menurut Astra Isuzu, langkah ini akan diambil sebab sektor logistik memiliki masa depan yang bagus, terlebih bila infrastruktur terus digenjot pemerintah.

"Selain kejar sektor logistik dan infrastruktur, kita juga akan berkoordinasi untuk meningkatkan produksi spare part dan service. Karena ini juga sumber pemasukan," ungkap Djulimin.

Pangsa Pasar

Meski menoreh angka penjualan yang rendah, Isuzu mengklaim mampu menjual lebih banyak unit dibandingkan kompetitornya. Ini membuat pangsa pasar perusahaan per Mei 2016 meningkat 2 persen, dari angka 17 persen di tahun lalu menjadi 19 persen.

"Kalau market share truk besar itu, pertama Hino, kedua Mitsubishi, ketiga Isuzu. Kalau light truck, pertama Mitsubishi, kedua Isuzu, ketiga Hino. Jadi, secara keseluruhan posisi market share-nya, pertama Hino, kedua Mitsubishi, ketiga Isuzu. Ya, kita masih tiga besar dan masih naik market share-nya," ujar Chief Operation Officer Isuzu Harry Kamora pada kesempatan yang sama.

Peningkatan market share ini membuat Isuzu masih cukup optimis untuk mengejar target penjualan kendaraan di angka 24.310 unit. Target ini naik bila dibandingkan realisasi penjualan yang dicapai Astra Isuzu pada tahun 2015, yakni 19.350 unit.

"Kita lihat saja ya bagaimana nanti di kuartal II. Semoga saja ekonomi kita membaik," tutup Harry.

Sebagai informasi, varian Dmax menjadi primadona penjualan kendaraan Astra Isuzu. Dimana penjualan Dmax mampu merangkak naik hingga 162 persen, yakni dari 295 unit menjadi 773 unit. Disusul penjualan varian Bison yang naik 15 persen dari 60 unit menjadi 69 unit.

Varian lain, yakni Elf turun 18 persen dari 5.028 unit menjadi 4.099 unit, Panther turun 19 persen dari 720 unit menjadi 580 unit, Pick Up turun 41 persen dari 1.042 unit menjadi 619 unit, dan GIGA turun 49 persen dari 1.191 unit menjadi 609 unit.

Sedangkan penjualan varian Mu-X anjlok dari 826 unit pada periode Mei 2015 menjadi satu unit hingga Mei 2016. (gen)