Ketua Pengurus Besar NU, Marsudi Syuhud mengatakan, dengan adanya produk investasi reksa dana syariah campuran Cipta NUsantara Syariah Berimbang, NU bisa turut menggerakkan industri dan menumbuhkan partisipasi masyarakat di pasar modal syariah yang saat ini masih minim, yakni 0,2 persen dari total penduduk Indonesia.
"Kami mengajak masyarakat untuk bisa menjadi investor karena potensinya masih sangat besar di pasar modal syariah namun pertumbuhannya masih kecil," katanya seperti dilansir kantor berita Antara, Minggu (19/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, saham syariah tumbuh hingga 8 persen per tahun, Nilai Aktiva Bersih (NAB) tumbuh 16,4 persen per tahun dan outstanding sukuk perusahaan tumbuh 3,9 persen per tahun. Namun dari sisi nilai tidak mencapai 5 persen.
Marsudi menambahkan, ia berharap pendukung NU yang mencapai lebih dari 83 juta orang, maupun warga non muslim Indonesia juga bisa ikut berkontribusi di pasar modal syariah. Ia juga berharap adanya donasi dalam berinvestasi.
NU yang bermitra dengan PT Ciptadana Asset Management (Ciptadana) selaku pihak manajemen investasi menyatakan, perolehan imbal hasil (return) ditargetkan berkisar 10-14 persen per tahun.
"Target return karena ini dana campuran harus melihat dari komposisi antara pasar uang, saham dan obligasinya. Dari hasil perhitungan, ekspektasi dengan reksa dana campuran yang moderate bisa berkisar 10-14 persen per tahun," kata Direktur Investasi Ciptadana Irvin Patmadiwiria. (antara)