Perusahaan Korsel Siap Bangun FSRU Rp10 Triliun di Indonesia

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Jumat, 24/06/2016 12:10 WIB
Perusahaan Korsel Siap Bangun FSRU Rp10 Triliun di Indonesia Ilustrasi FSRU milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (Dok. PGN).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan perusahaan asal Korea Selatan siap memanfaatkan peluang investasi di sektor infrastruktur pendukung megaproyek pembangkit listrik 35 ribu Megawatt (MW).

Kebijakan pemerintah memperbesar porsi pembangkit bertenaga gas, dinilai perusahaan yang tidak disebutkan namanya itu menjadi peluang untuk menyediakan alat transportasi gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) dan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU). Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2016 hingga 2025, porsi penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) meningkat dari rencana awal 24,3 persen menjadi 29,4 persen.

Kepala BKPM Franky Sibarani mencatat minat investasi yang disampaikan manajemen perusahaan tersebut kepada instansinya tidak tanggung-tanggung, yaitu US$ 800 juta atau sekitar Rp10,64 triliun.


“Peluang PLTGU ini yang dilihat oleh perusahaan Korea Selatan sebagai prospek bisnis yang menjanjikan," ujar Franky, Jumat (24/6).

Ia melanjutkan, investasi sebesar US$800 juta tersebut akan digunakan calon investor untuk menyediakan dua kapal FSRU dan satu kapal LNG Carrier.

Franky menuturkan perusahaan Korea Selatan tersebut, juga tengah mencari mitra strategis yang bergerak di bidang penyediaan floating storage, pengapalan, serta distribusi gas.

"Untuk bisnis tersebut mereka akan menyiapkan dua kapal gas carrier sesuai kebutuhan di Indonesia. Dan demi menindaklanjuti minatnya tersebut, perusahaan akan berkunjung ke Indonesia pada akhir Juli 2016 untuk bertemu dengan calon mitra lokal," paparnya.

Imam Soejoedi, Kepala Kantor Perwakilan BKPM di Seoul, Korea Selatan menjelaskan bahwa instansinya telah memberikan informasi terkait aturan-aturan transportasi laut agar investasi ini cepat terealisasi.

"Kami juga memberikan informasi terkait perizinan investasi yang kini semakin mudah," terangnya.

Menurut data BKPM, realisasi investasi Korea Selatan pada kuartal I 2016 tercatat sebesar US$188 juta yang terdiri dari 435 proyek dan menyerap 28.349 tenaga kerja. Angka itu menduduki peringkat ke-enam atau mengambil 2,72 persen dari total Penanaman Modal Asing (PMA) masuk sebesar US$6,91 miliar.

Sejak 2010 hingga 2015, nilai investasi yang masuk dari Korea Selatan telah mencapai angka US$8 miliar. Dalam periode tersebut, sektor yang masuk didominasi oleh sektor industri logam mencapai 45 persen.