Tito Sulistio, Direktur Utama BEI mengungkapkan, jumlah perusahaan yang mencatatkan sahamnya di BEI saat ini baru berjumlah 527 emiten. Meskipun sejak 2010 jumlahnya meningkat 25 persen dan tumbuh paling tinggi di regional Asia, tetapi berdasarkan data World Federation of Exchange (WFE) masih kalah banyak dibandingkan bursa Thailand, Singapura, dan Malaysia.
WEF mencatat, sebanyak 644 emiten melantai di bursa saham Thailand. Sedangkan Singapura dan Malaysia, masing-masing sebanyak 766 emiten dan 904 emiten.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Target IPO
Dari target 35 perusahaan pada tahun ini, lanjut Tito, baru enam perusahaan yang melepas saham perdananya atau Initial Public Offering (IPO) pada tahun ini. Dia berharap target IPO tersebut tercapai dengan adanya pusat informasi Go Public.
"Bulan ini ada satu (yang IPO), tanggal 30 (Juni). Terus minggu depan ada satu," ungkapnya.
Nurhaida, Kepala Eksekutif Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap keberadaan Pusat Informasi Go Public dapat memudahkan perusahaan-perusahaan yang awam mengenai bursa saham atau tidak tahu cara untuk go public.
"Ini sudah lama kami cita-citakan, karena banyak calon-calon emiten yang mau go public tapi tidak tahu mau ke mana. Nanti selain di Jakarta, juga dibuka di daerah-daerah. Jadi pada dasarnya kami berikan kemudahan," tutur Nurhaida. (ags/gen)