"Kita ingin mengembangkan industri di tanah air dengan hilirisasi agar mendapatkan nilai tambah dengan memberikan insentif. Sekarang tengah dikerucutkan dari industri prioritas Kemenperin," ungkap Menteri Perindustrian Saleh Husin, Senin (27/6).
Saleh menekankan, Kemenperin tengah fokus memberikan insentif pada industri yang terletak di kawasan Timur Indonesia. Menurutnya, fokus ini tengah dikejar Kemenperin agar tercapai pemerataan pengembangan industri di tanah air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mencontohkan, misalnya dari pengolahan logam, produk yang dihasilkan industri ini masih terbatas padahal pengolahan logam dapat dikembangkan pada sektor otomotif hingga alat-alat permesinan agar mendapatkan nilai tambah yang besar.
Sedangkan pada industri agro, Kemenperin mengharapkan sinergi bersama dari Kementerian Pertanian hingga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar dapat mengembangkan industri gula. Dimana pengembangan yang tengah direncanakan ialah perluasan lahan tanam tebu.
Meski demikian, Kemenperin mengatakan masih banyak hal yang harus dikaji dan dikejar oleh timnya dalam pemberian insentif pada industri prioritas ini.
"Nanti ditindaklanjuti bersama, gandeng antar Kementerian. Dimana insentif ini bisa berupa tax holiday atau insentif lainnya," tutup Saleh.
1. Industri agro (kelapa sawit, karet dan barang sawit, kakao, kelapa, kopi, gula, tembakau, buah, furniture, ikan, kertas, dan susu)
2. Alat angkut (kendaraan bermotor, perkapalan, kedirgantaraan, dan perkeretaapian)
3. Elektronika dan telematika (elektronika, telekomunikasi, dan komputer)
4. Manufaktur (material dasar, permesinan, dan manufaktur padat tenaga kerja)
5. Penunjang industri kreatif dan kreatif tertentu (perangkat lunak dan konten multimedia, fesyen, dan kerajinan dan barang seni)
6. Industri kecil dan menengah tertentu (minyak atsiri dan makanan ringan). (gen)