Pertamina Kelola Blok Migas di Iran Sebelum Lebaran

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Senin, 27/06/2016 19:22 WIB
Pertamina Kelola Blok Migas di Iran Sebelum Lebaran Petugas memeriksa tekanan pipa area Crude Distillation Unit (CDU IV) unit pengelohan (Refinery Unit) V Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis, 14 April 2016. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan PT Pertamina (Persero) dan perusahaan minyak nasional (National Oil Company/NOC) asal Iran segera menyepakati nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dalam mendapatkan hak partisipasi bagi beberapa blok Migas di Iran sebelum hari raya Idul Fitri sepekan mendatang.

I Gusti Nyoman Wiratmaja, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM menjelaskan, perjanjian ini melibatkan antar NOC kedua negara, di mana hal itu merupakan kelanjutan dari kesepakatan di tingkat pemerintah (Government-to-Government) yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu.

"Kerjasama G-to-G sudah, nah sekarang tinggal ekornya. Urutannya kerjasama perusahaan ke perusahaan. Rencananya, sebelum lebaran," ujar Wiratmaja di kantornya, Senin (27/6).


Namun, ia masih enggan memberitahu jumlah blok migas di mana Pertamina akan memiliki hak partisipasi di dalamnya. Selain itu, ia juga enggan memberitahu cadangan migas yang terdapat di dalamnya.

"Pertamina yang lebih cocok sampaikan. Dan, karena ini aksi korporasi, seharusnya mereka (Pertamina) sudah tahu kalau cadangannya besar," jelasnya.

Melengkapi ucapan Wiratmaja, Menteri ESDM Sudirman Said menjelaskan, bisnis migas dengan Iran tidak hanya mencakup hak partisipasi di blok-blok migas, tetapi juga suplai minyak mentah dari Iran.

Meski tidak menyebut angka pasti, namun investasi ini termasuk ke dalam kesepakaran bisnis dengan negara-negara Timur Tengah sebanyak US$ 12,2 miliar yang semuanya sudah masuk dalam tahap penandatanganan Head of Agreement (HoA).

"Sudah ada US$ 12,2 miliar proyek yang sudah ditandatangani termasuk deal antara Pertamina dengan NOC Iran soal Liquified Petroleum Gas (LPG), dan segera suplai crude dan akses Indonesia atas lapangan migas di Iran," tutur Sudirman ditemui di lokasi yang sama.

Menurut Sudirman, bisnis migas yang realisasinya paling dekat dari Iran adalah impor minyak mentah. Pasalnya, Pertamina sudah menyebutkan bahwa minyak Iran sangat cocok dengan teknologi kilang di Indonesia. Selain itu, tak menutup kemungkinan minyak tersebut akan dialokasikan bagi investasi kilang minyak Iran di Situbondo, Jawa Timur.

"Pertamina sudah identifikasi bahwa crude dari Iran sudah fit untuk kebutuhan Pertamina. Dan ada satu opsi kalau ada pembangunan kilang di situbondo, Iran akan jamin pasokan," jelas Sudirman.

Sebelumnya, Pertamina beserta perusahaan migas asal Iran, National Iranian Oil Company (NIOC) telah menandatangani kerangka kerjasama perjanjian jual beli refrigerated LPG sebesar 600 ribu Metrik Ton (MT), di mana pengiriman perdana dijadwalkan pada kuartal keempat 2016 dengan jumlah dua kargo.