Kepala BKPM, Franky Sibarani mengatakan, minat ini muncul ketika dirinya mengadakan kunjungan kerja ke San Fransisco. Ia mengatakan, minat perusahaan tersebut muncul karena optimistis akan prospek perusahaan start-up di Indonesia.
"Mereka menyadari besarnya potensi yang ada. Pada 2030, sektor ekonomi digital di Indonesia bernilai US$130 miliar," ujar Franky melalui siaran pers, dikutip Rabu (29/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut data BKPM, tahun lalu realisasi investasi asal negara Paman Sam itu mencapai US$893 juta terdiri dari 261 proyek dengan didominasi oleh sektor-sektor pertambangan. Di tahun yang sama, komitmen investasi tercatat US$4,8 miliar terdiri dari 76 proyek.
Sedangkan pada 2016, BKPM menargetkan pertumbuhan realisasi investasi 14,4 persen dibanding tahun 2015 sebesar Rp594,8 triliun. Realisasi ini dikontribusi dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp386,4 triliun atau naik 12,6 persen dari target PMA tahun lalu, serta dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp208,4 triliun, atau naik 18,4 persen dari target PMDN tahun lalu. (gen)