Perusahaan Modal Ventura Amerika Berminat Danai Start Up RI

Galih Gumelar | CNN Indonesia
Rabu, 29 Jun 2016 12:22 WIB
Pada 2030, sektor ekonomi digital di Indonesia ditaksir bernilai US$130 miliar. Pada 2030, sektor ekonomi digital di Indonesia ditaksir bernilai US$130 miliar. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengidentifikasi minat perusahaan modal ventura (venture capital) asal Amerika Serikat yang berminat mendanai beberapa usaha start-up di Indonesia.

Kepala BKPM, Franky Sibarani mengatakan, minat ini muncul ketika dirinya mengadakan kunjungan kerja ke San Fransisco. Ia mengatakan, minat perusahaan tersebut muncul karena optimistis akan prospek perusahaan start-up di Indonesia.

"Mereka menyadari besarnya potensi yang ada. Pada 2030, sektor ekonomi digital di Indonesia bernilai US$130 miliar," ujar Franky melalui siaran pers, dikutip Rabu (29/6).


Ia mengatakan, minat perusahaan modal ventura itu sejalan dengan pengembangan ekonomi digital di Indonesia. Ia berharap, masuknya dana ini bisa mengembangkan prospek sektor ini ke depan.

"Semakin banyak yang mendukung start-up akan semakin positif bagi bidang usaha yang sedang tumbuh tersebut," jelas Franky.

Selain perusahaan modal ventura, sebelumnya ada beberapa perusahaan sektor lain asal Amerika Serikat yang berminat masuk ke Indonesia. Beberapa diantaranya adalah perusahaan desain furniture, produsen alas kaki, hingga jasa keuangan.

Menurut data BKPM, tahun lalu realisasi investasi asal negara Paman Sam itu mencapai US$893 juta terdiri dari 261 proyek dengan didominasi oleh sektor-sektor pertambangan. Di tahun yang sama, komitmen investasi tercatat US$4,8 miliar terdiri dari 76 proyek.

Sedangkan pada 2016, BKPM menargetkan pertumbuhan realisasi investasi 14,4 persen dibanding tahun 2015 sebesar Rp594,8 triliun. Realisasi ini dikontribusi dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp386,4 triliun atau naik 12,6 persen dari target PMA tahun lalu, serta dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp208,4 triliun, atau naik 18,4 persen dari target PMDN tahun lalu. (gen/gen)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER