"Sekarang fokus saja pada pemenuhan gas untuk PLN dan BOB. Kami ingin well service (layanan yang baik). Jadi, hasil produksi masih untuk memenuhi mereka saja," ungkap Riyanto Soemarwo, Direktur Utama Sugih, Kamis (30/6).
Riyanto mengatakan, pemenuhan kebutuhan gas untuk dua perusahaan tersebut diambil dari hasil produksi Blok Selat Panjang yang berlokasi di Provinsi Riau. Saat ini, Sugih Energy sendiri tengah merawat delapan sumur dalam Blok Selat Panjang meski belum semuanya menghasilkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Sugih Energy memiliki PJBG dengan PT PLN sebesar 5 mmscfd dengan harga gas mencapai USD5,75 mmbtu, namun Riyanto menjelaskan, target ini telah diubah menjadi 3 mmscfd dan telah dipasok kepada PLN sejak 20 Januari lalu.
"Cukup besar, tetapi yang penting kita penuhi dulu kebutuhan gas ini. Sebab, ini bisa menjadi pemasukan untuk meningkatkan pendapatan kita di 2016 ini," tutup Riyanto. (bir)