Hanif Mantiq, Head of Investment BNI Asset Management menyatakan total dana kelolaan perseroan per Juni 2016 sekitar Rp15 triliun. Sehingga, dengan adanya dana repatriasi dapat membantu perusahaan manajemen investasi ini meraih dana kelolaan sebesar Rp5 triliun hingga akhir tahun.
"Target akhir tahun kami kan Rp20 triliun, jadi diharapkan dari tax amnesty bisa menambah Rp5 triliun. Untuk target khusus dana repatriasi kami tidak ada, tapi adanya target perusahaan kami," ungkap Hanif kepada CNNIndonesia.com, Selasa (19/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya perusahaan kontraktor seperti PT Waskita Karya, PT Pembangunan Perumahan, PT Jasa Marga. Untuk mengerjakan proyeknya kan mereka butuh pembiayaan. Untuk berutang sebenarnya kan bisa kemana-mana, perbankan atau pasar modal. Nah kami siapkan dari sisi pasar modal," paparnya.
"Untuk persaingannya, sebenarnya saya rasa pasti bakal disasar ke produk perbankan, jadi bank. Jadi pasar modal merupakan lapis kedua, dan lapis ketiga sektor riil. Pasar modal kan tercatat, sektor riil tidak terdaftar," jelasnya.
Kelebihan yang dimiliki BNI sendiri adalah produk reksa dana nya, khususnya pasar uang campuran, yang mendapatkan penghargaan. Dengan begitu, Hanif menyatakan, hal tersebut akan menarik di mata investor.
"Kalau reksa dana kan investor lihat performa ya," katanya.
"Jadi kami hanya siapkan menunya saja, investor mau apa kami sediakan," tuturnya. (gir/gen)