"Belanja non operasional turun lebih besar (dibandingkan tahun ini) sebesar Rp31,5 triliun akibat belanja operasional yang naik Rp 16,6 triliun di tahun depan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat," tutur Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro, Selasa (19/7).
Pemerintah, lanjut Bambang, akan menggunakan pendekatan money follows program dalam mengalokasikan belanja tersebut. Artinya, anggaran akan lebih banyak dialokasikan pada program/kegiatan prioritas yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan money follows program ini, belanja tidak lagi dibagi secara merata kepada setiap tugas dan fungsi K/L.
Lebih lanjut, Bambang merinci sebanyak 20 K/L mendapatkan kenaikan alokasi anggaran. Kemudian, anggaran 8 K/L tidak berubah, sedangkan alokasi anggaran bagi 59 K/L mengalami penurunan.
Sebagai informasi, usulan resmi Rancangan APBN 2017 akan disampaikan oleh pemerintah melalui pidato Presiden Joko Widodo pada Agustus mendatang. (gen)