Tommy Singgih, Vice President MasterCard Indonesia menjelaskan, perusahaanya akan menggandeng BPD sebagai acquiring bank atau bank perantara yang dapat menerima dan memproses transaksi pembayaran dengan kartu kredit maupun kartu debit berdasarkan lisensi dari MasterCard Internasional. Pasalnya, saat ini masih banyak BPD yang memiliki kartu tetapi tidak terintegrasi dengan jaringan pembayaran yang dimiliki oleh Mastercard.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Teknlogi adalah cost buat bank. Sehingga tidak semua orang bisa meningkatkan itu. Makanya kita siapkan teknologi dan lisensi buat mereka. Sehingga mereka bisa berhubungan pembayaran dengan siapapun yang terlinsensi dengan MasterCard," ujar Tommy.
"Tapi nanti kita juga bantu siapkan supaya infrastruktur yang cukup supaya mereka bisa berdiri sendiri," kata Tommy.
Secara global MasterCard telah bekerjasama dengan 33 juta merchant yang berlokasi di 210 negara. Transaksi tersebut diproses dalam 150 mata uang dengan 430 miliar transaksi per detiknya.
Di Indonesia, MasterCard telah bekerjasama dengan 24 bank. Kerjasama tersebut dikemas dengan skema branding maupun co branding. Penjajakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan gerakan masyarakat non tunai sesuai arahan pemerintah dan otoritas keuangan.
"Selama ini biasanya kartu debit hanya digunakan untuk tarik tunai, padahal itu juga bisa menjadi alat pembayaran. Sekarang tujuannya bagaimana sekarang bisa pahami pembayaran elektronik. Bagaimana bisa kita kembangkan cara pembayaram yang efisien, aman dan nyaman," tuturnya. (ags)