MasterCard Jajaki Kerjasama dengan Bank Pembangunan Daerah

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Jumat, 22/07/2016 18:53 WIB
MasterCard Jajaki Kerjasama dengan Bank Pembangunan Daerah Vice President MasterCard Indonesia Tommy Singgih, Jakarta, Jumat (22/7). (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan penyedia jaringan pembayaran internasional, MasterCard, menjajaki kerjasama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk menyediakan sistem pembayaran terintegrasi.

Tommy Singgih, Vice President MasterCard Indonesia menjelaskan, perusahaanya akan menggandeng BPD sebagai acquiring bank atau bank perantara yang dapat menerima dan memproses transaksi pembayaran dengan kartu kredit maupun kartu debit berdasarkan lisensi dari MasterCard Internasional. Pasalnya, saat ini masih banyak BPD yang memiliki kartu tetapi tidak terintegrasi dengan jaringan pembayaran yang dimiliki oleh Mastercard.

"Kita ingin kembangkan ke BPD karena mereka banyak tersebar di daerah. Sudah banyak BPD yang sudah kita dekati,"  ujar Tommy, Jumat (22/7).


Namun, Tommy enggan menyebut nama BPD yang tengah dijajaki. Kendati demikian ia memastikan, kerjasama tersebut akan terealisasi tahun ini.

"Teknlogi adalah cost buat bank. Sehingga tidak semua orang bisa meningkatkan itu. Makanya kita siapkan teknologi dan lisensi buat mereka. Sehingga mereka bisa berhubungan pembayaran dengan siapapun yang terlinsensi dengan MasterCard," ujar Tommy.

Menurutnya, MasterCard juga tengah mengkaji penerbitan kartu debit atau kartu kredit BPD menggunakan skema co-branding. Skema tersebut dianggap lebih efisien bagi BPD karena bank tidak perlu menyediakan sistem dan jaringan sendiri.

"Tapi nanti kita juga bantu siapkan supaya infrastruktur yang cukup supaya mereka bisa berdiri sendiri,"  kata Tommy.

Secara global MasterCard telah bekerjasama dengan 33 juta merchant yang berlokasi di 210 negara. Transaksi tersebut diproses dalam 150 mata uang dengan 430 miliar transaksi per detiknya.

Di Indonesia, MasterCard telah bekerjasama dengan 24 bank. Kerjasama tersebut dikemas dengan skema branding maupun co branding. Penjajakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan gerakan masyarakat non tunai sesuai arahan pemerintah dan otoritas keuangan.

"Selama ini biasanya kartu debit hanya digunakan untuk tarik tunai, padahal itu juga bisa menjadi alat pembayaran. Sekarang tujuannya bagaimana sekarang bisa pahami pembayaran elektronik. Bagaimana bisa kita kembangkan cara pembayaram yang efisien, aman dan nyaman," tuturnya. (ags/ags)