Menperin Tantang Pengusaha Mebel Dorong Ekspor US$5 Miliar

Yuliyanna Fauzi, CNN Indonesia | Kamis, 28/07/2016 17:33 WIB
Menperin Tantang Pengusaha Mebel Dorong Ekspor US$5 Miliar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menantang para pelaku usaha industri mebel dan kerajinan untuk mengerek nilai ekspor furnitur hingga menyentuh US$5 miliar dari posisi saat ini yang cuma US$2 miliar, Kamis (28/7). (ANTARA FOTO/Moch Asim).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menantang para pelaku usaha industri mebel dan kerajinan untuk mengerek nilai ekspor furnitur hingga menyentuh US$5 miliar dari posisi saat ini yang cuma US$2 miliar.

"Kalau di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) saya tanya ke menteri, serius tidak sama program ini. Sekarang, saya sebagai menteri tanya ke pengusaha, serius tidak mau naikin segini," ujarnya di Kementerian Perindustrian, Kamis (28/7).

Pasalnya, Airlangga menilai, industri mebel dan kerajinan nasional memiliki potensi yang besar untuk bisa meningkatkan kemampuan ekspornya. Jika berhasil, hal ini tentunya dapat menaikkan pemasukan negara.


"Industri ini, bahan bakunya 100 persen ada di sini, pasarnya juga ada di sini, pasar Asean dan internasional pun luas, pelakunya juga banyak di sini. Jadi, kurang apalagi untuk terus genjot industri ini," jelas Airlangga.

Menanggapi Airlangga, Soenoto, Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan berjanji, pelaku usaha akan bekerja keras untuk mencapai target tersebut. Ia bahkan optimistis, mengingat permintaan pasar terhadap industri mebel dan kerajinan Indonesia sedang menggeliat.

Hal ini juga dipicu oleh kekurangan pasokan kayu yang tengah melanda sesama negara eksportir, seperti China dan Vietnam, termasuk kenaikan upah buruh di China setelah perayaan tahun baru China (Imlek).

"Tetapi, kita jangan berharap tumbuh karena kelemahan orang lain," tutur Soenoto.

Soenoto memproyeksi, ekspor sektor kayu dan furnitur meningkat hingga semester pertama tahun ini. Namun, ia belum bisa membeberkan angka pasti pertumbuhannya. Yang pasti, katanya, peningkatan nilai ekspor dapat terus terjadi di semester kedua, bahkan hingga mencapai 20 persen.

"Kalau peningkatan bisa 20 persen per tahun tentu lima tahun mendatang kita bisa capai itu target nilai ekspor sebesar US$5 miliar," imbuh Soenoto. (bir/gen)