“Pertumbuhan ini terutama diperoleh dari peningkatan nilai pasar dari investasi perseroan di sektor sumber daya alam serta didukung oleh kinerja perusahaan investasi di sektor infrastruktur dan konsumer,” kata Presiden Direktur Saratoga Michael W.P. Soeryadjaya dalam keterangan resmi, Kamis (4/8).
Untuk diketahui, mulai semester I tahun 2016, perusahaan yang didirikan oleh William Soeryadjaya dan Sandiaga Uno ini telah menerapkan “Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 65: Pengecualian Konsolidasi” dalam pelaporan kinerja keuangan perseroan. PSAK 65 baru tersebut memungkinkan Saratoga untuk menerapkan nilai wajar atas aset-aset investasinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, hal itu menjelaskan bahwa metodologi penilaian wajar tersebut memberikan gambaran yang lebih jelas terhadap kinerja Saratoga sebagai perusahaan investasi aktif, sejalan dengan model bisnis perseroan yang efektif dalam melakukan investasi, mendorong pertumbuhan serta memonetisasi investasinya.
“Hal ini diharapkan akan memudahkan para pemegang saham, kreditur dan para pelaku pasar modal untuk dapat mengambil keputusan investasi yang tepat,” katanya.
Ia menjelaskan, melalui penyajian laporan akuntansi baru ini, Saratoga tercatat berhasil membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham sebesar Rp4,8 triliun.
Capaian itu mencakup one-off gain sebesar Rp2,2 triliun yang sebagian besar sebagai akibat dari perubahan penyajian pelaporan keuangan dan Rp2,6 triliun yang sebagian besar dikontribusikan dari peningkatan nilai pasar atas investasi Saratoga di Adaro Energy dan Tower Bersama.
Michael menambahkan, Saratoga terus menerapkan pendekatan yang disiplin dengan prinsip kehati-hatian dalam menyeleksi peluang investasi. Di awal tahun ini, Saratoga masuk ke sektor rantai pasokan logistik pendingin (cold-chain logistics) dengan mengakuisisi saham PT Mulia Bosco Logistik (MGM Bosco).
“Transaksi tersebut memberikan peluang yang sangat baik bagi Saratoga dalam membangun platform di sektor cold-chain logistics yang sangat menarik, mengingat selain memiliki pertumbuhan tinggi, sektor ini juga memiliki prospek yang cerah sejalan dengan meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur logistik vital di negara ini,” kata Michael.
“Sebagai bagian dari komitmen kepada pemegang saham, tahun ini Saratoga juga memutuskan untuk membagikan dividen – pertama kali sejak IPO tahun 2013,” jelasnya. (gir)