Sinar Mas Tawarkan Apartemen 'Murah' di Epicentrum Kuningan

Dinda Audriene, CNN Indonesia | Selasa, 09/08/2016 14:45 WIB
Sinar Mas Tawarkan Apartemen 'Murah' di Epicentrum Kuningan Manajemen Sinarmas Land memberikan keterangan pers terkait proyek apartemen The Elements di Kawasan Superblok Rasuna Epicentrum Kuningan, Selasa (9/8). (CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sinar Mas Land menunjuk kontraktor internasional, Hyundai Engineering dan Construction-NKE JO untuk membangun dua tower apartemen senilai Rp1,5 triliun di Kawasan Superblok Rasuna Epicentrum Kuningan, Jakarta.

Sebanyak 372 unit apartemen mewah bernama "The Elements" tersebut mulai dipasarkan dengan harga Rp43 juta per meter persegi.

Evelyn Widjaja, Sales Promotion Departemen Head The Elements menilai harga yang ditetapkan Sinar Mas Land sebesar Rp43 juta per meter termasuk murah jika dibandingkan dengan kompetitor lainnya.


"Kalau (harga) apartemen Rp43 juta (per meter) itu sangat murah di kelasnya untuk kelas atas. Kompetitor biasanya (menjual apartemen premium) Rp70 juta per meter," ujar Evelyn Widjaja, Sales Promotion Departemen Head The Elements,  Selasa (9/8).

Evelyn menjelaskan, pembangunan apartemen milik Sinarmas Land ini sudah dimulai sejak September 2015. Saat ini, pembangunannya sudah sampai lantai delapan, dari rencana 32 lantai untuk tower I dan 39 lantai untuk tower II.

Kedua tower apartemen tersebut  berdiri di atas lahan sekitar 6.500 meter persegi, yang merupakan bagian dari 6 hektar lahan milik Sinar Mas Land di Kawasan Superblock Rasuna Epicentrum.

Untuk tower I, jelas Evelyn, merupakan tower kelas premium, yang setiap lantainya akan terdiri dari empat unit berkamar tiga, dengan luas masing-masing unitnya 148 meter persegi.

Sementara untuk tower II, lanjut Evelyn, rencananya akan terdiri dari tujuh unit per lantai dengan luas masing-masing 72 meter per segi.

Pembangunan apartemen "The Elements" ditargetkan selesai pada 2019 dan diserahterimakan ke pembeli pada Februari 2019. Evelyn menyatakan, dari total 300 unit yang telah dipasarkan, sudah terbeli 36 persen.

"Kami targetkan hingga akhir tahun bisa mencapai 50 persen, atau berarti kurang 14 persen lagi," katanya.

Menurutnya, sebagian besar atau 70 persen pembeli apartemen ini menggunakan tunai (cash) keras dalam pembelian, sedangkan sisanya menggunakan kredit.

"Sebagian besar pembeli kami kan memang kelas menangah ke atas, jadi mereka menggunakan cicilan bertahap," jelasnya. (ags/gen)