Kemenperin Optimalkan Pemanfaatan Kawasan Industri Baru

Yuliyanna Fauzi, CNN Indonesia | Jumat, 12/08/2016 09:35 WIB
Kemenperin Optimalkan Pemanfaatan Kawasan Industri Baru Pelaku industri besar akan diarahkan untuk melakukan ekspansi ke beberapa kawasan industri baru guna menggenjot laju pertumbuhan ekonomi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah menyeleksi beberapa sektor industri besar yang akan diarahkan untuk melakukan ekspansi ke beberapa kawasan industri baru guna menggenjot laju pertumbuhan ekonomi.

“Kami akan rinci lagi sektornya, tapi menurut kami industri makanan dan minuman, agrobisnis, dan otomotif memungkinkan. Demikian juga tekstil dan produk tekstil," ungkap Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, kemarin malam.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kontribusi sektor industri terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 5,18 persen pada kuartal II 2016 lalu belum maksimal.


Oleh karena itu, Kemenperin tengah berupaya agar sektor industri lain dapat digenjot kontribusinya guna mewujudkan laju pertumbuhan ekonomi di angka 5,2 persen di akhir 2016.

Pertumbuhan Industri

Kemenperin mencatat pertumbuhan industri mencapai 3,63 persen secara kuartalan dan tumbuh sekitar 4,74 persen secara tahunan sampai akhir semester I 2016 lalu.

Sebagai rincian, industri yang berkontribusi paling besar adalah industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki yang mengalami pertumbuhan sebesar 59,64 persen. Lalu, industri makanan dan minuman yang tumbuh sebesar 41,61 persen.

Airlangga memastikan, rencananya mendongkrak sektor industri lain, tentu tidak bisa memberikan hasil dalam waktu yang singkat. Pasalnya, pengembangan industri perlu diproyeksi dengan perencanaan yang cukup panjang.

"Industri itu tidak bisa jangka pendek. Setidaknya (hasilnya) terasa dalam jangka menengah," tambah politisi Partai Golkar.

Tak hanya dari karakter pengembangan industri, Kemenperin juga merasa, sejumlah regulasi dari pemerintah melalui paket kebijakan belum sepenuhnya memberikan dampak pada perkembangan industri. Pasalnya, beberapa kendala masih menghambat perkembangan industri.

"Karena industri ini banyak, masalahnya juga banyak, dari infrastruktur, dari logistik, dan lainnya," ujarnya.

Di sisi lain, meski berencana menggenjot sejumlah sektor industri, Airlangga mengaku, pemangkasan anggaran yang dilakukan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), tidak akan mengganggu kinerja Kemenperin. Pasalnya, pemangkasan anggaran yang dilakukan Kemenperin hanya sebesar 10 persen atau sebanyak Rp2,89 triliun.

"Kalau 10 persen tidak mengganggu prioritas utama. Kalau anggaran ini berkaitan dengan anggaran kementerian. Jadi, tidak berkaitan langsung dengan pertumbuhan sektor lain, termasuk kinerja industri. Tapi ini harus kita diskusikan dulu ke Kemenkeu,” tandasnya. (gen)