"Terkait target RAPBN 2017 ya pasti optimis. Ini bukan situasi normal. Jadi, naik sedikit, itu sudah bagus," kata Darmin, Selasa (16/8).
Pemerintah dan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menetapkan asumsi makro ekonomi dalam RAPBN 2017, yakni pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2 persen sampai 5,6 persen, inflasi berada di angka 3 persen sampai 5 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, tahun depan Kementerian Keuangan memasang target penerimaan sebesar Rp1.737,6 triliun atau turun sekitar Rp48,6 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kemudian, belanja negara juga mengalami penurunan sebesar Rp12,9 triliun menjadi Rp2.070,5 triliun.
Akibatnya defisit pembiayaan naik dari Rp296,7 triliun menjadi Rp332,8 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau naik jadi 2,41 persen dari angka semula sebesar 2,35 persen. (gen)