Sepanjang minggu ini, saham sektor industri dasar mampu melonjak 2,53 persen, diikuti sektor aneka industri 2,27 persen, manufaktur 1,81 persen, barang konsumsi 1,5 persen, infrastruktur 0,36 persen, dan perdagangan 0,32 persen.
Sementara, empat sektor lainnya tercatat loyo pada pekan ini. Pelemahan tersebut dipimpin sektor pertambangan yang ambruk 3,74 persen, diikuti oleh properti 1,51 persen, agrikultur 0,71 persen, dan finansial 0,10 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, saham-saham produsen semen mengalami kenaikan pada akhir pekan. Saham-saham tersebut, misalnya saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).
Sebagai informasi, saham Semen Indonesia di akhir pekan ini ditutup naik sebesar 75 poin (0,72 persen) ke Rp10.500 per lembar saham. Sementara untuk Semen Baturaja melonjak 110 poin (7,89 persen) ke Rp1.505. Kemudian saham Indocement naik 525 poin (2,89 persen) ke Rp18.700.
Menurutnya, hal ini masih tergantung pada pertumbuhan emiten properti dan emiten konstruksi. Jika kedua sektor emiten tersebut tumbuh, maka akan berdampak positif terhadap sektor industri dasar.
“Jika dilihat, maka konstruksi sudah mulai tumbuh. Namun untuk properti terlihat masih melemah,” imbuh Satrio. (gir)