Kemenperin Rilis Beleid Penghitungan TKDN Ponsel

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Jumat, 02/09/2016 10:45 WIB
Kemenperin Rilis Beleid Penghitungan TKDN Ponsel Ilustrasi ponsel. (CNN Indonesia/Hani Nur Fajrina).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 65 Tahun 2016 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Produk Telepon Seluler (Ponsel), Komputer Genggam (handheld), dan Komputer Tablet.

"Dalam Permenperin tersebut, skema penghitungan berbasis software dan investasi ditambahkan," ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui siaran pers, Jumat (2/9).

Aturan ini berlaku sejak diundangkan pada 27 Juli 2016 dan telah ditandatangani oleh Menteri Perindustrian terdahulu, Saleh Husin. Diharapkan, kebijakan ini akan meningkatkan daya saing industri nasional.


Airlangga berharap, dengan penghitungan TKDN terhadap aplikasi sebesar 70 persen akan membuka pasar kepada pengembang piranti lunak (software) di dalam negeri. Ketentuan perhitungan TKDN itu juga sejalan dengan langkah pemerintah dalam mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di Tanah Air.

"Sehingga, anak-anak muda semakin kreatif untuk membuat aplikasi. Nantinya aplikasi tersebut bisa terpasang pada saat ponsel dijual atau dikombinasikan dengan game. Bisnis anak-anak muda dalam negeri pun bergerak," katanya.

Ruang lingkup regulasi anyar ini mencakup ketentuan penilaian TKDN, tata cara penilaian TKDN, surveyor, dan pengawasan. Ketentuan penilaian TKDN akan dilakukan terhadap tiga aspek, yaitu manufaktur, pengembangan dan aplikasi, melalui tiga skema.

Airlangga merinci, terdapat tiga skema dalam menentukan perhitungan nilai TKDN. Di antaranya, untuk produk tertentu terhadap ponsel, komputer genggam, dan komputer tablet, atau perhitungan TKDN berbasis investasi.

Adapun, investasi senilai Rp250 miliar-Rp400 miliar mendapatkan nilai TKDN 20 persen, sedangkan investasi Rp400 miliar-Rp550 miliar memperoleh TKDN hingga 25 persen, dan investasi Rp550 miliar-Rp700 miliar mendapatkan TKDN 30 persen.

Kemudian, investasi senilai Rp700 miliar-Rp1 triliun mendapatkan nilai TKDN 35 persen, dan investasi lebih dari Rp1 triliun mendapatkan nilai TKDN 40 persen. (bir/gen)