Adira Finance dan Mega Center Resmi Dapat Jatah Salurkan KUR

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Senin, 05/09/2016 20:30 WIB
Adira Finance dan Mega Center Resmi Dapat Jatah Salurkan KUR Meski mendapat bantuan subsidi dari pemerintah, Bos Adira Finance Willy Suwandi mengatakan tetap harus berhati-hati dalam menyalurkan kredit. (CNN Indonesia/Christine Nababan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah telah menunjuk dua perusahaan pembiayaan (multifinance) sebagai agen penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun ini yakni PT Adira Finance Tbk dan PT Mega Center Financial.

Direktur Utama Adira Finance Willy Suwandi Darma mengatakan, sebagai perusahaan penyalur terpilih, Adira berkomitmen menjalankan mandat yang diberikan pemerintah.

Meski mendapat bantuan subsidi dari pemerintah, Willy mengatakan Adira harus berhati-hati dalam menyalurkan kredit. Perseroan akan mengoptimalkan jatah penyaluran dengan tetap menjaga rasio pembiayaan bermasalah (NPF).


NPF, menurut Willy, menjadi risiko utama dalam memberikan pembiyaan KUR kepada nasabah. Pasalnya mayoritas nasabah KUR memiliki karakteristik yang berbeda dengan nasabah pembiayaan otomotif. Nasabah yang menikmati fasilitas KUR dinilai memiliki risiko yang lebih tinggi jika dibandingkan nasabah regular Adira.

"Karena biasanya KUR itu untuk segmen yang belum terjangkau atau tidak kredible. Tentu ini membutuhkan analisa yang tepat meski diketahui dibantu oleh pemerintah," ujar Willy saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (5/9).

Meski hanya tersisa empat bulan, Willy optimistis perseroan mampu menyalurkan kredit mencapai Rp200 miliar sesuai jatah yang diberikan oleh pemerintah.

Belum Dapat Jatah

Selain Adira Finance dan Mega Central Finance, sebenarnya ada dua perusahaan multifinance lain yang mengikuti proses seleksi sebagai penyalur KUR namun belum lolos verifikasi. Dua perusahaan tersebut antara lain Federal International Finance (FIF) dan BCA Finance.

Direktur Utama BCA Finance Roni Haslim mengaku dari segi teknologi, infrastruktur jaringan yang dimiliki perusahaan belum siap memfasilitasi penyaluran KUR. Meski begitu perusahaan menyatakan sangat berminat terlibat sebagai multifinance penyalur KUR.

"Mudah-mudahan tahun ini bisa ikut," ujar Roni.

Saat dihubungi secara terpisah Vice President Corporate Finance & Treasury Division Head FIF Jerry Fandy mengatakan pihaknya masih mempelajari teknis penyaluran KUR secara mendalam. Pasalnya bisnis tersebut tergolong baru dan belum pernah disentuh oleh perusahaan multifinance manapun.

"Kita belum pernah punya struktur seperti ini, terutama bagaimana nanti ada subsidi dari pemerintah dan proses klaim ke perusahaan asuransi penjamin kreditnya itu semua masih kita pelajari," ujarnya.

Kendati demikian Jerry menilai kegiatan penyaluran KUR cukup memberikan keuntungan bagi perusahaan. Di samping itu perusahaan juga harus mempersiapkan sumber daya yang ada agar lebih siap dalam menggeluti bisnis baru tersebut. (gen)