Melalui kerja sama ini, daftar prinsipal yang dirangkul BCA bertambah panjang. Selama ini, bank swasta nomor wahid tersebut tercatat bekerja sama dengan prinsipal Visa dan Master Card untuk layanan kartu plastiknya.
Santoso, Direktur BCA mengatakan, keputusan menggandeng kembali JCB dilatarbelakangi oleh tingginya angka kebutuhan transaksi nasabah di luar negeri, terutama di Jepang dan Singapura.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Singapura, BCA juga melihat tingginya minat nasabah berwisata ke Negeri Sakura. BCA mencatat transaksi kartu kredit di Jepang meningkat kentara dari tahun ke tahun mencapai 15-20 persen.
"Kami melihat tren orang-orang Indonesia yang pergi ke Jepang meningkat. Entah itu untuk wisata, urusan sekolah, maupun urusan dagang. Kami melihat ini adalah kesempatan," kata Santoso.
Yuichiro Kadowaki, Direktur Utama JCB menambahkan, kerja sama tersebut merupakan kerja sama yang strategis yang menyasar segmen nasabah kelas menengah ke atas (affluent) di Indonesia.
"Kombinasi dua merek ternama dari Indonesia dan Jepang tentunya akan dapat menjawab berbagai macam kebutuhan dari pasar affluent, seperti layanan perjalanan (traveling) dan fine dining," pungkasnya. (bir)