Deputi Kementerian BUMN Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Aloysius Kiik Ro menjelaskan, dengan menugaskan PGN sebagai ujung tombang operasional bisnis hilir gas holding tersebut, maka nantinya Pertamina hanya akan fokus beroperasi di sisi hulu migas.
"Pertagas kan hilir ya, jadi ya sudah diserahkan ke PGN," kata Aloysius, dikutip dari detikfinance.com, Kamis (29/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mencontohkan definisi merger bisa terlihat dari proses pembentukan PT Bank Mandiri Tbk, di mana beberapa bank digabung menjadi satu entitas.
“Sementara kalau holding, Pertamina di atas, PGN di bawah tetap berstatus terbuka, tetap PT sendiri, bisnisnya itu yang diatur ulang," paparnya.
Aloysius berpendapat, pemisahan bisnis hulu dan hilir antara Pertamina dan PGN bertujuan untuk menciptakan efisiensi sehingga pada akhirnya bisa menghasilkan harga jual gas untuk pelanggan industri maupun rumah tangga yang lebih murah.
“Kalau satu grup memakai dan membangun pipa yang sama, lebih hemat dan lebih mudah dikoordinasikan,” katanya. (gen)