Melalui program Suku Bunga Rendah (SUBURe), Bank Jateng menurunkan bunga kredit usaha produktif dari minimal 11,5 persen menjadi 9,95 persen. Bahkan untuk nasabah UMKM tertentu bisa diberikan bunga 9,45 persen.
"Pemberian kredit dengan bunga rendah sebagai salah satu peran Bank Jateng untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM agar lebih mampu memperkuat basis usahanya," ujar Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno usai beraudiensi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Senin (10/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bentuk kongkrit kami mendukung program Pemerintah. Di awal, akan kami berikan kepada 100 nasabah Bank Jateng dari 35 Kabupaten/Kota di Jateng," kata Supriyatno.
"Ayo kalian yang pelaku UMKM jangan sampai melewatkannya," kata Ganjar kepada CNN Indonesia.
Sebelumnya, Bank Jateng tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai bank pelopor bunga rendah di Indonesia setelah menyalurkan Kredit Mitra Jateng-25 (KMJ-25). KMJ-25 merupakan fasilitas pembiayaan non-subsidi dengan bunga 7 persen yang diberikan kepada nasabah kecil tanpa mensyratkan agunan dan bebas biaya.
Hingga akhir September 2016, Bank Jateng telah menyakurkan kredit KMJ-25 sebesar Rp73,69 miliar kepada 3.936 pelaku usaha mikro di Jateng. (ags/gen)