Menurut Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, sebagai tindaklanjut dari kesepakatan tersebut perusahaannya berencana membuka sebanyak 15 hingga 20 kantor cabang di negeri Jiran tersebut dalam jangka waktu 5 tahun ke depan.
"Kami sedang proses dengan BNM untuk izin pembukaan kantor, rencananya dalam 5 tahun ke depan kami ingin buka 15-20 kantor. Tapi untuk fase awal kami mungkin baru ajukan 2-3 kantor awal itu diharapkan kalau izinnya keluar awal tahun depan," ujar Kartika, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Segmen tersebut berbeda dengan negara tetangga lainnya yakni Singapura. Di negeri singa itu, Mandiri masuk melalui Mandiri Sekuritas yang difokuskan menggarap segmen pasar modal dengan produk surat berharga dan penyediaan pembiayaan internasional.
Tidak berhenti di Malaysia dan Singapura saja, aksi ekspansi Bank Mandiri rencananya berlanjut menuju Filipina. Besarnya PDB Filipina dinilai menjadi daya tarik bank pelat merah tersebut untuk membuka kantor cabang di sana.
Sementara untuk Thailand, Tiko mengaku belum tertarik untuk masuk ke pasar perbankan negara tersebut. Ia menilai persaingan industri perbankan di negara gajah putih terlalu ketat dan hanya memberikan sedikit sumber pendapatan bagi Bank Mandiri.
"Thailand belum. Di sana persaingannya ketat dan politiknya juga masih seperti itu. Kami cari tempat-tempat yang bisa punya market yang cukup signifikan," jelasnya. (gen)