Meski Pembiayaan Lesu, Adira Finance Raup Lonjakan Laba

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Selasa, 01/11/2016 16:48 WIB
Meski Pembiayaan Lesu, Adira Finance Raup Lonjakan Laba PT Adira Dinamika Multifinance Tbk mencatatkan kenaikkan laba sebesar 114 persen menjadi Rp904 miliar, dibanding tahun lalu sebesar Rp423 miliar. (CNN Indonesia/Christine Nababan)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (Adira Finance) mencatatkan penurunan pembiayaan baru seiring lesunya penjualan otomotif domestik pada sembilan bulan pertama 2016. Kendati pembiayaan lesu, perusahaan mampu mengantongi kenaikan laba.

Hingga akhir kuartal III tahun ini, pertumbuhan pembiayaan baru (new booking loan) tercatat sebesar Rp22,1 triliun, turun 3 persen dari Rp22,7 triliun di periode yang sama 2015.

Meski demikian, Adira Finance tetap mencatatkan kenaikkan laba sebesar 114 persen menjadi Rp904 miliar, dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar Rp423 miliar.


Direktur Utama Adira Finance, Willy Suwandi Dharma mengatakan kenaikkan laba tersebut ditopang oleh kenaikkan pendapatan berbasis komisi (fee based income) serta optimalisasi pengelolaan dana.

Kenaikan laba terutama juga didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih, yang dikontribusi oleh penurunan pada total beban bunga yang signifikan, sebesar 11 persen menjadi Rp3,5 triliun pada sembilan bulan tahun 2016 ini dari sebelumnya Rp3,9 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

"Kami juga menerapkan disiplin dalam pengelolaan biaya, yang menghasilkan penghematan pada biaya operasional. Turun 2 persen menjadi Rp2,1 triliun bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu," ujar Willy, Selasa (1/11).

Hingga periode sembilan bulan tahun 2016, Adira Finance mencatatkan penyaluran pembiayaan baru untuk sepeda motor sejumlah Rp12.5 triliun, mobil sejumlah Rp9,1 triliun dan durables sejumlah Rp500 miliar.

Sepeda motor menyumbang 57 persen dari total penyaluran baru. Sementara itu, pembiayaan mobil memberikan kontribusi sebesar 41 persen dan sisanya adalah durables.

Lebih Ianjut, perusahaan mencatatkan pertumbuhan yang kuat dari pembiayaan berbasis syariah, yakni naik dua kali lipat dari periode yang sama tahun lalu, mendekati Rp6,0 triliun pada sembilan bulan tahun 2016.

Kendati demikian, rasio pembiayaan (NPF) Gross Adira Finance masih tercatat di level 2 persen.

Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila mengatakan, pertumbuhan ekonomi kuartal III tahun ini diperkirakan akan sedikit lebih rendah dari kuartal sebelumnya.

Menurutnya penjualan domestik sepeda motor baru masih mengalami penurunan. Hingga kuartal III tercatat koreksi yang cukup tajam sebesar 10 persen menjadi 4,35 juta bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 4,82 juta unit.

"Kondisi ekonomi pertumbuhannya tidak sesuai yang diharapkan. Daya beli masyarakat juga belum baik sehingga ada efisiensi pengeluaran mereka, dan cenderung menurunkan tingkat konsumsinya ke kendaraan bekas," ujarnya. (gir/ags)