Modalku bisa segera beroperasi sebagai platform peer to peer lending pertama yang menghubungkan usaha kecil dan menengah (UKM) Malaysia dengan pencari alternatif investasi.
"Dengan ekspansi ini, UKM Malaysia juga akan mendapatkan pinjaman terjangkau dengan proses online yang cepat dan mudah. Sementara, pemberi pinjaman akan memperoleh alternatif investasi dengan tingkat pengembalian yang aman dan tinggi," ujar Chief Executive Office Funding Societies Malaysia Kah Meng Wong dalam siaran persnya, Senin (7/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak cuma itu, proses aplikasi pinjaman dinilai terlampau panjang, dan pencairan dana yang relatif memakan waktu 2-3 bulan setelah aplikasi disetujui.
"UKM lebih membutuhkan kredit jangka pendek yang mudah. Keterbatasan akses pinjaman bagi UKM Malaysia sangat disayangkan, karena mereka memberi kontribusi besar bagi masyarakat," jelasnya.
Di sisi lain, investor juga menghadapi permasalahan. Tingkat pengembalian instrumen investasi, seperti deposito, terlalu rendah. Instrumen dengan tingkat pengembalian tinggi (return) membutuhkan komitmen jangka panjang dan kerap datang dengan biaya administrasi yang tinggi.
Menurut Wong, tidak mudah untuk mencari alternatif memarkirkan dana yang dapat diandalkan dengan tingkat pengembalian yang relatif tinggi. Makanya, Modalku ikut menggarap pangsa pasar Malaysia.
Sebagai tahap awal, Modalku Malaysia menawarkan produk pinjaman sebesar RM500.000 atau setara Rp 1,5 Miliar. Jumlah ini dianggap tepat bagi UKM, yang memiliki kebutuhan pinjaman lebih besar dari pinjaman mikro, namun lebih kecil dari pinjaman korporasi.
Di Indonesia sendiri, Modalku telah menyalurkan Rp156 miliar dalam pinjaman jangka pendek, dan invoice financing untuk mengembangkan lebih dari 200 UKM berpotensi. (bir/gen)