BPS: Jumlah Pengangguran di Indonesia Menciut 530 Ribu Orang

Yuliyanna Fauzi, CNN Indonesia | Senin, 07/11/2016 17:19 WIB
BPS: Jumlah Pengangguran di Indonesia Menciut 530 Ribu Orang Penurunan jumlah pengangguran dikarenakan meningkatnya jumlah angkatan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang mulai membaik. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS) melansir penurunan jumlah pengangguran Indonesia dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebanyak 530.000 orang pada Agustus 2016. Hal ini dikarenakan meningkatnya jumlah angkatan kerja atau Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK).

"Penurunan jumlah pengangguran sebanyak 530 ribu orang dari sebelumnya 7,56 juta orang pada Agustus 2015 menjadi 7,03 juta orang pada Agustus 2016," terang Kepala BPS Suhariyanto di kantornya, Senin (7/11).

Itu artinya, jumlah pengangguran secara tahunan (year on year/yoy) turun 0,57 persen dari 6,18 persen pada Agustus 2015 menjadi 5,61 persen pada Agustus 2016.


Sementara, berdasarkan data ketenagakerjaan Indonesia, jumlah pengangguran meningkat sekitar 10 ribu orang. Yakni, dari 7,02 juta orang pada Februari 2016 menjadi 7,03 juta orang per Agustus 2016.

"Ini karena Februari lalu memasuki musim panen. Jadi, menyerap tenaga kerja cukup banyak. Sementara, pada Agustus ini, musim panen sudah berlalu," jelas Suhariyanto.

Adapun, jumlah penduduk yang bekerja meningkat 3,59 juta orang dari semula 114,84 juta orang pada Agustus 2015 menjadi 118,41 juta orang pada Agustus 2016.

Namun, jika dibandingkan dengan data ketenagakerjaan periode Februari 2016, jumlah penduduk yang bekerja justru mengalami penurunan 2,24 juta orang dari 120,65 juta orang per Februari 2016 menjadi 118,41 juta orang per Agustus 2016.

Secara keseluruhan, jumlah angkatan kerja naik 3,06 juta orang menjadi 125,44 juta orang pada Agustus 2016 dari semula 122,38 juta orang pada Agustus 2015.

"Jumlah angkatan kerja naik 0,58 poin atau 3,06 juta orang dibandingkan periode yang sama pada 2015," imbuh Suhariyanto.

"Secara keseluruhan, hampir semua sektor mengalami kenaikan penyerapan tenaga kerja, kecuali sektor konstruksi. Sementara, sektor yang tertinggi serapannya adalah sektor jasa kemasyarakatan," kata Suhariyanto.

BPS mencatat, kenaikan penyerapan tenaga kerja sektor jasa kemasyarakatakan capai 8,47 persen sebanyak 1,52 juta orang. Diikuti oleh sektor perdagangan sebanyak 1,01 juta orang atau naik 3,93 persen.

Sementara, sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi sebanyak 500 ribu orang atau merangkak 9,78 persen. Untuk sektor konstruksi justru mengalami penurunan serapan tenaga kerja hingga 2,8 persen atau mencapai 230 ribu orang.

BPS menyebutkan, peningkatan jumlah penduduk yang bekerja dan penurunan jumlah pengangguran ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang mulai membaik, sehingga cenderung menyerap tenaga kerja baru. (bir/gen)
bps