"Kami berharap, dengan fleksibilitas dan aset yang dimiliki, BLU memiliki kemampuan untuk bergerak lincah, kreatif, dan inovatif," ujar Sri Mulyani di sela Rapat Koordinasi Nasional BLU di Gedung Djuanda I Kemenkeu, Selasa (22/11).
Menurut dia, BLU merupakan suatu bentuk reformasi di dalam pengelolaan keuangan dan kekayaan negara, di mana pengelolaannya bisa dilakukan lebih fleksibel, namun akuntabel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Jokowi Ingatkan BLU Tak Cuma Cari Untung |
Kelebihan itu, lanjut Sri Mulyani, seharusnya bisa menjadi modal bagi pengelola BLU untuk bisa lebih memberikan pelayanan publik yang lebih baik. Jangan sampai, pengelola BLU hanya memberikan layanan publik ala kadarnya lantaran kelewat berlindung pada APBN.
Lebih dari 90 persen jumlah BLU tersebut memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan, sisanya memberikan pelayanan untuk mendukung kemampuan finansial koperasi, usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM), dukungan pengembangan industri, pemasyarakatan hasil penelitian dan pengembangan teknologi, dan pengelolaan kawasan untuk percepatan pengembangan investasi. (bir/gen)