Dirjen Migas IGN Wiratmaja Puja menjelaskan, flow meter diperlukan juga dalam hal monitoring hasil produksi minyak bumi. Sehingga, dalam rancangan Permen tersebut juga akan dimasukkan adanya alat ukur untuk hasil produksi minyak. Pasalnya, saat ini alat ukur tersebut hanya dipasang dalam pengukuran lifting.
"Saat ini adanya di lifting, jadi pada saat dijual dimasukkan ke kapal. Nah, sekarang juga dipasang pada fasilitas produksinya," ungkap Wirat, Senin (28/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini real time, jadi di sana mengalir berapa dari hari per hari," imbuh dia.
"Lifting siap jual ke kapal, kalau produksi dari sumur ke fasilitas dipisahkan antara minyak, air, dan gas itu yang disebut dengan produksi," paparnya.
"Biaya dana pemasangan operasi juga SKK Migas pokoknya lah," kata Wirat.
Sayangnya, ia tak menyebut secara spesifik target dari rancangan Permen yang masih dalam pembahasan tersebut. Pihaknya tengah berusaha agar rancangan tersebut dapat segera direalisasikan menjadi Permen. (gir)