Direktur Keuangan Garuda Indonesia, Helmi Imam Satriyono mengatakan, pada 25 November lalu telah ditandatangani perjanjian antara perseroan dengan Citilink. Berdasarkan perjanjian tersebut, perseroan menyetujui untuk memberikan pinjaman kepada Citilink dengan jumlah pokok maksimum sebesar US$25 juta dengan jangka waktu selama 12 bulan.
Ia menambahkan, dasar pertimbangan perseroan melaksanakan transaksi tersebut adalah terdapat kebutuhan pendanaan Citilink yang cukup besar. Selain itu, perseroan mempertimbangkan nilai strategis Citilink bagi perseroan sebagai salah satu anak perusahaan,
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas hal tersebut, lanjut Helmi, maka peluang memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan Citilink adalah melalui pinjaman dari pemegang saham, dalam hal ini perseroan.
Seperti diketahui, Citilink terus mendatangkan pesawat-pesawat baru, sebagai upaya memperkuat armada terbangnya guna meningkatkan pangsa pasar di kelas budget airlines dan mendukung ekspansi bisnis Citilink ke Timur Indonesia.
Citilink telah mendatangkan pesawatnya yang ke-41 pada 29 September lalu. Kedatangan kedua pesawat ini mendukung rencana perseroan. Apalagi Citilink juga baru saja membuka rute baru ke Jayapura pada bulan Oktober lalu. (gir/gen)