Maklum, cabai dan bawang merah dianggap rentan dengan air, sehingga cepat busuk apabila dibiarkan dalam kondisi basah. Darmin memprediksi, inflasi akan didorong dari berkurangnya persediaan bawang merah dan cabai di pasaran. Sayangnya, ia tak bisa menyebut besaran kontribusinya terhadap inflasi secara total.
"Mungkin, November hingga Desember inflasi akan lebih tinggi. Karena pangan sangat erat dengan musim. Saat ini, hujan agak banyak sehingga tidak cocok untuk cabai dan bawang," jelas Darmin di Kementerian Perindustrian, Selasa (29/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pemerintah Akui Lalai Urus Logistik Pangan |
"Ini hujan agak banyak, sehingga kelihatannya cocok untuk padi. Namun, tetap kondisi ini tidak baik untuk tanaman pokok lain, seperti jagung," katanya.
Meski administered prices sempat melonjak pada Oktober 2016, Darmin menerangkan, kontribusi administered prices terhadap inflasi mengalami tren melandai di beberapa bulan belakangan.
"Inflasi dari administered prices mungkin memang rendah, tetapi pangan perlu diwaspadai. Seberapa besarnya lonjakan inflasi pangan, ini belum diprediksi," imbuhnya.
Sebagai informasi, inflasi Oktober 2016 tercatat sebesar 0,14 persen dan membuat inflasi tahun kalender (year to date) sebesar 2,11 persen. Angka ini menurun jika dibandingkan inflasi Septermber yang sebesar 0,22 persen. (bir/gen)