“Masak dari seluruh Indonesia, tidak ada BUMN yang terbaik di dunia? Entah dari size [ukuran], entah dari inovasi, entah dari governance [tata kelola],” keluhnya saat menyampaikan sosialisasi amnesti pajak di Kantor Pusat PT Pertamina, Rabu (30/11).
Bahkan, hingga kini masih ada neraca keuangan perusahaan pelat merah yang tidak sehat. Padahal, menurut Sri Mulyani, bentuk pengabdian BUMN secara sederhana bisa ditunjukkan dengan kinerja dan neraca keuangan yang sehat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Betapa rindunya saya memiliki BUMN yang baik. Jadi saya bisa mudah menjelaskan di DPR waktu menjelaskan pemberian PMN karena saya yakin bahwa PMN itu akan menjadi nilai ekuitas yang akan dipakai luar biasa. Betapa rindunya saya bisa mengatakan itu kepada rakyat Indonesia,” ujarnya.
"Berapa juta rakyat miskin yang anggarannya mesti saya hilangkan untuk benerin balance sheet anda [BUMN]?," ujarnya.
Karenanya, Sri Mulyani juga mengutuk jika ada BUMN maupun pejabat di dalamnya yang tidak taat pajak, apalagi tidak memanfaatkan momentum amnesti pajak untuk meningkatkan kepatuhan pajaknya. (gir)