Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan saat ini suku bunga kredit perbankan belum sepenuhnya merefleksikan penurunan suku bunga acuan (policy rate) yang telah dilakukan BI sejak awal tahun.
"Penurunan policy rate kami 150 basis poin, [rata-rata] penurunan suku bunga kredit kan baru 67 basis poin. Suku bunga kredit masih akan turun secara bertahap dan sejalan dengan proses konsolidasi [internal] yang dilakukan oleh perbankan," tutur Perry saat ditemui di Kantor BI, Jumat (16/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang itu sudah puncaknya dan kebutuhan untuk ini [mengakumulasi cadangan kredit] sudah mulai menurun. Dengan turunnya kebutuhan itu kecepatan penurunan suku bunga kredit juga akan lebih cepat," ujarnya.
"Tapi yang jelas penurunan suku bunga kredit bisa di atas 100 basis poin," kata Perry.
Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit perbankan sebesar 8,5 persen hingga November 2016. Realisasi ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang hanya 7,5 persen secara tahunan (year on year/YOY).
Sementara, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) per Oktober lalu tercatat 22,9 persen dan rasio likuiditas sebesar 20,2 persen. Kemudian, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) sebesar 3,2 persen (gross) dan 1,5 persen (net). (gir)