Seperti dikutip dari Reuters, harga minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik 46 sen atau 0,9 persen ke US$52,95 per barel. Harga minyak Brent berjangka untuk pengiriman Februari naik 59 sen atau 1,1 persen menjadi US$55,05 per barel.
Perdagangan secara keseluruhan lebih sepi karena pelaku pasar telah mempersiapkan liburan. Menurut data Thomson Reuters, volume keseluruhan untuk perdagangan minyak mentah berjangka bulan depan sekitar 350 ribu kontrak, kurang dari dua-pertiga dari total rata-rata harian selama 200 hari terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sesi hari ini sedikit santai karena pra-liburan, pedagang mendapatkan beberapa posisi dan menahan diri," kata Tim Evans, Spesialis Energi Berjangka di Citi Futures.
Sebelumnya, OPEC dan non-OPEC mencapai kesepakatan untuk memangkas produksi oleh hampir 1,8 juta barel per hari dari 1. Hal itu telah membantu meningkatkan harga dalam beberapa pekan terakhir, meskipun akan ada beberapa waktu sebelum kejelasan komitmen tersebut.
"Pengumuman yang berasal dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Irak, dan Rusia memberikan tanda-tanda menggembirakan, bahwa mereka akan mematuhi pemangkasan dan mudah-mudahan negara lain akan mengikuti," kata Menteri Minyak Kuwait, Essam Abdul Mohsen Al -Marzouq kepada wartawan.
Sementara, stok minyak mentah AS membukukan kejutan pada pekan lalu, dengan meningkat 2,3 juta barel. Berbeda dari prediksi penurunan sebesar 2,5 juta barel. (gir)