"Kalau kita lihat target realisasi investasi untuk tahun 2017 memang cukup ambisius tetapi masih selaras dengan tren di dua, tiga tahun terakhir," tutur Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong dalam diskusi dengan awak media di Pacific Place, Rabu (4/1).
Pria yang akrab disapa Tom ini mengungkapkan optimisme tersebut dipicu oleh pandangan investor yang melihat bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang paling menarik di antara kawasan Asia bahkan dunia. Jika dibandingkan negara lain, Indonesia merupakan negara yang paling stabil, aman, dan konsisten dalam menjalankan reformasi ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tom mengingatkan bahwa BKPM harus mampu menjaga agar tren kenaikan realisasi investasi terus terjaga dan berkelanjutan. Tahun depan, BKPM menargetkan realisasi investasi mencapai Rp863 triliun atau loncat 45 persen dari tahun lalu.
Strategi ini sejalan dengan keinginan pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan 10 lokasi pariwisata andalan baru di Indonesia diantaranya Danau Toba, Pulau Komodo, dan Candi Borobudur.
Selain itu, kecenderungan penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang negara lain di dunia, juga menjadi peluang Indonesia untuk mengambil porsi wisatawan asing.
"Misalnya, bagi Jepang yang mata uangnya melemah terhadap dolar AS, wisata ke Hawaii akan menjadi lebih mahal dibandingkan ke Indonesia," ujarnya.
Meskipun akan mendorong investasi sektor jasa, BKPM juga tetap memiliki strategi untuk meningkatkan investasi ke salah satu sektor andalan, yaitu sektor pengolahan.
Deputi Bidang Pengendalian Penanaman Modal BKPM, Azhar Lubis, mengatakan tahun ini BKPM ingin mendorong diversifikasi investasi sektor pengolahan. Artinya, investasi akan diarahkan untuk membuka sektor pengolahan yang lebih banyak memberikan nilai tambah.
Sebagai informasi, per kuartal III tahun lalu, realisasi investasi Indonesia telah mencapai Rp453 triliun atau naik sekitar 13,4 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, BKPM akan mengungkapkan realisasi investasi tahun lalu pada pekan keempat Januari. (gir)