“Dirjen WTO mengakui bahwa negara anggota cukup aktif membahas berbagai isu setelah KTM Nairobi. Namun belum ada kemajuan yang signifikan sebagai basis untuk menyusun prioritas isu yang akan dibawa ke KTM Buenos Aires,” jelas Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam keterangan resmi, dikutip Senin (23/1).
Dirjen WTO, Azevedo menggarisbawahi beberapa hal, antara lain pendekatan yang ditempuh haruslah incremental. Isu-isu KTM di Doha sebelumnya tetap ada dalam agenda, termasuk proposal public stockholding dan special safeguard mechanism, karena dimandatkan dalam dokumen hasil KTM Nairobi. Juga isu-isu baru dapat dibahas sebagai penjajakan awal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
mengutamakan pendekatan multilateral dan tidak menempuh pendekatan plurilateral," katanya
Enggar menjelaskan, merespons dua pertanyaan dasar tentang pencapaian KTM Buenos Aires dan bagaimana mencapainya, sebagian besar menteri menyuarakan harapannya (wish list) agar dapat dibahas segera.
Namun, Enggar menilai beberapa negara tampaknya ingin memanfaatkan pertemuan ini untuk mendorong perundingan isu-isu baru yang berada di luar Agenda Pembangunan Doha. Bahkan sejumlah kecil di antaranya seperti melupakan berbagai keputusan yang pernah dicapai dengan tidak menyebut Doha, KTM Bali, dan KTM Nairobi saat menyampaikan pernyataannya.
“Indonesia menegaskan perlunya memulai proses persiapan menuju KTM Buenos Aires dari landasan yang jelas, dan bagi Indonesia landasan itu adalah hasil-hasil KTM Bali dan Nairobi," kata Enggar.
"Tanpa kejelasan ini, maka proses selanjutnya di Jenewa akan sulit dikelola karena setiap negara dapat mengusulkan apa saja untuk dibawa ke KTM Buenos Aires.”
Tak hanya itu, Enggar juga membahas kemungkinan memperbaiki binding coverage komitmen tarif di sektor non-pertanian. Indonesia juga menyatakan siap menjajaki isu-isu baru sepanjang isu Doha juga dibahas guna dicarikan penyelesaiannya lebih dulu sebelum memulai perundingan isu-isu baru yang tetap harus memperhatikan kepentingan pembangunan negara-negara berkembang. (gir)